
JEMBRANA, Kilasbali.com – Sejumlah desa di Kabupaten Jembrana mengalami kekeringan akibat dampak dari musim kemarau yang terjadi sejak setahun terakhir. Bahkan krisis air inipun kini meluas hingga ke wilayah Pesisir.
Salah satu terjadi di wilayah Banjar Kombading, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Ratusan warga di wilayah pesisir selatan Kota Negara ini mengalami kerisis air bersih.
Tidak hanya aliran air bersih dari PDAM Jembrana yang kini tak mengalir, sumur di rumah-rumah warga juga mengering. Untuk bisa mendapatkan air bersih di kampung nelayan dengan jumlah sekitar 200 KK atau sekitar 700 orang, warga terpaksa mencari air ke desa lain.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila mengatakan, sejak beberapa pekan ini telah mendistribusikan air ke wilayah yang terdampak kekeringan ini. Air bersih didistribusikan dengan menggunakan mobil tangki air.
Termasuk juga kini ke wilayah permukiman warga di Banjar Kombading, Desa Pengambengan. “Pendistribusian air ke wilayah pesisir sudah dilakukan sejak beberapa hari belakangan ini,” katanya.
“Senin (9/9/2019), kami mendistribusikan tiga tangki air dengan volume masing-masing 5 ribu liter,” ujarnya.
Meurutnya, pihaknya mendistribuskan air bersih ini berdasarkan permintaan dari desa setempat. Pendistribusian ini menurutnya disambut baik warga dan dianggap efektif mengatasi krisis air bersih. “Warga mengantre untuk bisa mendapatkan jatah air bersih ini,” tegasnya.
Ia mengakui wilayah Kombading yang sebelumnya tidak pernah mengalami krisis air seperti saat ini, memang belum masuk dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan.
Sebelumnya pihaknya memetakan tiga wilayah yang berpotensi krisis air bersih disaat musim kemarau seperti sekarang ini. Pemetaan itu menurutnya berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, “Kombading baru sekarang. Sebelumnya yang kami petakan itu memang tiga wilayah, Berangbang, Pancardawa dan Yehembang,” tandasnya.(gus/kb)

















