Peran Strategis Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali untuk Mendukung Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan Masyarakat

DENPASAR, Kilasbali.com — Pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali, dr. Ni Made Rindra Hermawathi, Sp.PK., dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Denpasar, Rabu (27/5).
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan mutu, pengembangan layanan, dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder,” tegasnya.
Dikatakan, FKP ini menghadirkan berbagai peserta dari instansi pemerintah, rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan, pelaku usaha, hingga mitra kerja di seluruh Provinsi Bali.
Lanjutnya, FKP ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat melalui penguatan komunikasi dan sinergi bersama stakeholder, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia usaha, serta masyarakat umum.
“Forum Konsultasi Publik menjadi sarana penting dalam membangun pelayanan yang transparan, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai masukan dan harapan dari stakeholder dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan inovasi pelayanan laboratorium ke depan,” tandasnya.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan informasi terkait pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat, khususnya laboratorium lingkungan yang meliputi pengujian kualitas air, limbah, higiene sanitasi, mikrobiologi, hingga layanan sampling lapangan.
Selain itu, disampaikan pula standar baku mutu pelayanan laboratorium sesuai regulasi terbaru, termasuk penguatan sistem jaminan mutu laboratorium melalui akreditasi nasional dan uji profisiensi internasional.
Untuk diketahui, forum dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dilanjutkan dengan pemaparan profil layanan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali.
Selain itu, juga diisi dengan diskusi interaktif untuk membahas berbagai rencana pengembangan layanan, di antaranya pengujian endotoksin air, pemeriksaan alergi, pengembangan layanan pemantapan mutu eksternal (PME), hingga pengembangan layanan kalibrasi alat kesehatan dan perluasan ruang lingkup akreditasi laboratorium.
Melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin baik antara penyelenggara layanan dengan masyarakat dan stakeholder, sehingga pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat di Provinsi Bali dapat terus berkembang secara profesional, terpercaya, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (jus/kb)

















