
TABANAN, Kilasbali.com – KONI Kabupaten Tabanan menginstruksikan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) untuk menggelar kejuaraan tingkat pelajar secara mandiri untuk menyeleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar atau Porjar Bali 2026.
Strategi ini dilakukan sebagai solusi praktis di tengah ketiadaan gelaran serupa di tingkat kabupaten pada momen kali ini.
Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menjelaskan bahwa keterbatasan waktu dan fasilitas menjadi alasan utama tidak digelarnya porjar tingkat kabupaten.
Dengan waktu tersisa hanya satu setengah bulan, pelaksanaan ajang multi-event tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
“Kalaupun digelar Porjar tingkat kabupaten, dengan waktu satu setengah bulan tidak memungkinkan untuk dilaksanan karena ketiadaan tempat yang memadai,” ujar Nurbawa di sela peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 di Lapas Kelas II B Tabanan, Senin (27/4).
Sebagai gantinya, KONI menyerahkan sepenuhnya kewenangan penjaringan atlet kepada 34 cabor yang akan berlaga di tingkat provinsi.
Nurbawa menekankan terdapat perbedaan peran antara ajang yang dikelola dinas atau pemerintah daerah dengan kejuaraan yang diadakan pengurus organisasi olahraga.
“Beda ya. Kalau porjar itu pekan olahraga milik Disdik (Dinas Pendidikan), kejuaraan antarpelajar itu milik cabor,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses seleksi melalui mekanisme kejuaraan cabor ini telah berjalan bertahap sejak Maret, April, hingga Mei 2026.
Bentuk seleksi yang dilakukan pun beragam, mulai dari kejuaraan reguler, penjaringan bakat, hingga penggabungan program pembinaan agar lebih efisien.
Strategi ini diharapkan mampu menyaring atlet terbaik dari total 34 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porjar Bali 2026 mendatang.
Terkait pendaftaran, Nurbawa mengingatkan bahwa tahapan administrasi awal telah ditutup pada 25 April 2026.
Atlet yang tidak terdaftar pada tenggat waktu tersebut dipastikan tidak dapat berpartisipasi dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Juni 2026.
“Memang Porjar pada Juni 2026, tapi tahapannya sudah 25 April 2026. Yang tidak terdaftar per 25 April 2026, tidak mungkin ikut Porjar,” tegas Nurbawa.
Saat ini, sambung Nurbawa, tercatat hampir 600 atlet yang mendaftar melalui aplikasi, namun jumlah tersebut masih harus melewati proses verifikasi dengan tahapan akhir entry by name.
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan hanya mampu menanggung biaya untuk 250 orang atlet.
“Potensinya (di Porjar kali ini) juga sama (jumlahnya). Yang mendaftar di aplikasi ya, belum verifikasi, hampir enam ratusan,” pungkasnya. (c/kb)

















