
TABANAN, Kilasbali.com – Sebuah mobil pikap menghantam bagian belakang truk yang sedang terparkir akibat pecah ban di jalur Denpasar-Gilimanuk, Desa Bantas, Selemadeg Timur, pada Kamis (2/4) pagi.
Insiden ini dipicu lantaran pengemudi truk tidak memasang rambu darurat saat berhenti dengan mengambil sebagian badan jalan.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 Wita.
Kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan Slamet Wahyudi (29) melaju dari arah barat menuju timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Setibanya di lokasi kejadian yang memiliki kondisi jalan turunan landai dan datar, truk tersebut mengalami pecah ban pada bagian depan sebelah kanan.
Kondisi ini memaksa pengemudi truk untuk segera menghentikan kendaraannya di area tersebut.
“(Tabrakan terjadi) tepatnya di lingkungan Banjar Pucuk, Desa Bantas,” ujar AKP Berata.
Karena kondisi darurat, pengemudi truk memutuskan untuk memarkir kendaraannya di lokasi tersebut.
Namun, posisi parkir truk dinilai berisiko karena memakan badan jalan tanpa disertai tanda peringatan bagi pengendara lain yang melintas di jalur nasional tersebut.
“Sehingga pengendaranya parkir dengan mengambil ruas badan jalan sebelah kanan,” jelasnya.
Selang beberapa menit kemudian, dari arah yang sama muncul kendaraan pikap yang dikemudikan oleh Muhamad Zekiyyul Fawaid (26).
Karena pengemudi truk di depannya tidak memasang rambu darurat, pengemudi pickup tidak sempat menghindar dan langsung menabrak pojok kiri belakang truk tersebut.
“Kendaraan yang pecah ban ini tidak memasang rambu darurat ditambah jarak yang sangat dekat terjadilah tabrakan,” tegasnya.
Akibat benturan keras tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta memberikan pertolongan kepada korban. “Korban masih dalam penanganan medis,” pungkas AKP Berata. (c/kb)

















