RSU Tabanan Beber Alasan Rujuk Pasien Patah Tulang ke RS Sanglah dan Kondisi Alat C-Arm

TABANAN, Kilasbali.com – Manajemen RSU Tabanan memberikan klarifikasi terkait penanganan seorang pasien perempuan berinisial Ni Made N, (62) yang dirujuk ke rumah sakit lain setelah sempat mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur Utama RSU Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa pasien datang ke IGD sesuai rujukan dari Puskesmas Selemadeg dengan keluhan nyeri pada paha kanan.
Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen, pasien didiagnosa mengalami patah tulang pada persendian pangkal paha dengan kondisi open fracture (OF) right intercondylar femur Gustilo Anderson grade 2.
“Dari hasil pemeriksaan, pasien direncanakan menjalani tindakan operasi pemasangan implant khusus berupa plate locking yang memerlukan alat C-Arm,” jelasnya pada Senin, (30/3)
Namun, pihak rumah sakit belum bisa melakukan tindakan medis itu karena alat C-Arm yang dimiliki RSU Tabanan belum dapat dioperasikan sekarang.
Alat tersebut merupakan pengadaan dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 dan baru saja selesai proses instalasi.
Menurut dr. Sudiarta, penggunaan alat C-Arm memerlukan izin operasional khusus dari BAPETEN karena berkaitan dengan radiasi.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah mengajukan permohonan izin tersebut dan masih dalam proses di tingkat pusat.
“Karena alat ini memiliki efek radiasi, maka penggunaannya harus mengantongi izin resmi. Demi keselamatan pasien dan tenaga medis, kami belum berani mengoperasikan alat sebelum izin tersebut keluar,” tegasnya.
Dengan pertimbangan itu dan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal, RSU Tabanan memutuskan untuk merujuk pasien itu ke RS Prof Ngoerah di Sanglah, Denpasar.
Pihak rumah sakit juga memastikan bahwa keluarga pasien telah diberikan penjelasan secara menyeluruh terkait kondisi medis dan alasan rujukan.
Ia mengeklaim, pihak keluarga pasien tersebut telah memahami dan menyetujui keputusan tersebut.
Untuk informasi yang lebih detil soal keputusan merujuk pasien tersebut, pihaknya membuka pintu bagi siapapun untuk peningkatan pelayanan dan keselamatan pasien.
“Prinsip kami adalah memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien. Karena itu, rujukan dilakukan agar pasien mendapat penanganan yang lebih optimal,” pungkasnya. (c/kb)

















