Money Changer Nakal Usik Citra Pariwisata Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Berulang kali terjadi, penipuan yang diduga dilakukan pengusaha Money Changer (MC) nakal semakin mengusik citra pariwisata di Gianyar.
Dalam sepekan terakhir, terjadi di dua lokasi, dan setelah dikomplain oleh korban, pelaku dengan santainya meminta maaf dan mengembalikan uang korbannya.
Ironisnya, pengusaha MC yang diduga Ilegal ini hingga kini masih tersebar di wilayah Ubud dan sekitarnya tanpa adanya penertiban.
Dua kejadian yang terjadi dalam sepekan ini, terjadi di daerah Keliki dan dekat Pasar Tegallalang. Modusnya tidak beda jauh dengan ulah pengusaha sejenis sebelumnya. Yakni dengan kecepatan tangan mengurangi jumlah uang rupiah yang seharus menjadi hak korbannya.
“Usaha MC yang seperti ini sangat mudah dibedakan. Mereka tidak mencantumkan badan usaha, dan hanya bermodalkan satu meja tinggi agar mudah mengelabui korbannya. Kalau korban komplain tanpa didampingi orang lokal pelaku akan berusaha mengelak. Tapi dibantu warga lokal apalagi direkam, mereka akan minta maaf. Kejadian seperti ini terus berulang. Seharusnya ditertibkan,” kesal salah seorang warga Ubud.
Disebutkan, dari sekian banyak kasus scam money changer di Ubud dan sekitarnya, pariwisata yang dibangun dari kepercayaan dikhawatirkan akan terus digerus oleh banyaknya praktik penipuan money changer ini.
“Ini bukan kejadian satu dua kali. Ini sudah berulang. Sudah jadi cerita yang sama, dengan pola yang sama,” sesalnya.
Ironisnya lagi, dari rentetan penipuan MC yang diduga ilegal ini, telah menunjukkan para pelaku memiliki niat menipu, ada rangkaian kebohongan dan korban mengalami kerugian (meskipun akhirnya dikembalikan).
Jadi diharapkan bisa diproses hukum, tapi prakteknya hanya diberi pembinaan dengan dalih korban tidak melapor alias tidak ada korban serta uang sudah dikembalikan sehingga tidak ada kerugian.
“Celah ini pula menjadikan penipu berkedok usaha MC ilegal inj menjamur dan tak perlu sewa tempat yang mahal. Emperan atau bekas ATM pun mereka sewa agar mudah tutup dan kabur jika ketahuan,” bebernya.
Demikian pula kejadian terbaru di wilayah Kecamatan Tegallalang tepatnya di Utara Pasar Tradisional Tegallalang. Dari rekaman seorang guide yang mendampingi turisnya mengatakan pihaknya telah berkali-kali kena tipu di tempat tersebut.
Dengan nada suara sabar, ia pun meminta agar oknum pegawai MC tak mengulangi perbuatannya tersebut, dan mengembalikan uang turisnya.
Karena terpojok, petugas MC tersebut malah meminta maaf karena rekannya yang bekerja tak mengerti mata uang asing dan dengan enteng meminta maaf sembari bersedia mengembalikan uang turis asing tersebut.
“Jangan seperti itu (menipu), ini yang membuat jelek Bali. Kembalikan uangnya,” ujar pria yang tak diketahui identitasnya.
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, I Putu Yudanegara saat dikonfirmasi, Minggu (22/3) mengakui jika di Kabupaten Gianyar menjamur money changer nakal. Malah, pihaknya mengaku sudah beberapa kali melakukan sidak. Namun saat didatangi, money changer tersebut tutup.
Selain memanggil para pemilik MC nakal ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, sebagai lembaga resmi yang mengeluarkan izin operasional usaha money changer.
Dalam penertibannya, pemerintah daerah hanya berwenang menindaklanjuti izin dasar yaitu NIB, PKKPR, PBG SLF dan perizinan berusaha.
“Untuk izin operasional MC itu diterbitkan Bank Indonesia (BI). Kami sudah koordinasi dengan BI, hari Senin usai libur lebaran kami akan bertemu dengan pihak BI untuk menindaklanjuti maraknya praktik money changer nakal, yang mencoreng citra pariwisata Bali,” ujarnya. (ina/kb)

















