UGD RSU Tabanan-RS Singasana dan 7 Puskesmas Siaga 24 Jam Saat Nyepi

TABANAN, Kilasbali.com – RSU Tabanan dan RS Singasana memastikan layanan darurat atau UGD, termasuk layanan persalinan, tetap siaga selama 24 jam penuh saat Nyepi pada Kamis (19/3).
Demikian juga dengan tujuh Puskesmas yang memiliki layanan UGD 24 jam di bawah naungan Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan.
Terkecuali untuk poliklinik, kedua rumah sakit pemerintah daerah itu akan tutup sesuai jadwal cuti bersama mulai Rabu (18/3).
Layanan poliklinik baru akan dibuka kembali pada Senin (23/3) untuk RSU Tabanan. Dan, pada Selasa (24/3) di RS Singasana.
Direktur Utama RSU Tabanan, dr. I Gde Sudiarta, menjelaskan bahwa meski poliklinik tutup, pihaknya sudah membuat skema layanan darurat tetap berjalan saat Nyepi.
Tidak hanya layanan darurat di UGD, waktu buka poliklinik juga dipercepat yakni pada Senin (23/3), meski cuti bersama baru berakhir pada Selasa (24/3).
“Kami hanya ambil (cuti) di Sabtu (21/3) saja. Cuti bersama (pegawai) tetap dapat, tapi diambil di hari lain,” ujar Sudiarta pada Selasa (17/3).
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien darurat, RSU Tabanan menerapkan sistem jam tugas yang lengkap mulai dari dokter, perawat, hingga petugas administrasi sebagaimana hari kerja biasa.
Selain tim utama, pihak manajemen juga telah menyiagakan tim cadangan yang siap dipanggil sewaktu-waktu jika terjadi peningkatan aktivitas di UGD maupun kebutuhan operasi mendesak.
“Kami terapkan jam tugas seperti sift pagi di hari biasa yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas administrasi. Di luar itu, kami tetap menyiapkan tim cadangan. Bahkan dua tim cadangan,” imbuhnya.
Rumah sakit juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Desa Adat Kota Tabanan untuk mempermudah operasional ambulans saat penjemputan tim medis yang sedang dalam status siaga (on call) selama pelaksanaan Nyepi.
Selain itu, sarana penunjang lainnya seperti dua ambulans emergency dan dua ambulans reguler. Sementara untuk layanan pengantaran jenazah baru bisa dilaksanakan saat Ngembak Geni pada Jumat (20/3).
“Nanti mereka (tim cadangan on call) dijemput pakai ambulans. Untuk kepentingan (penjemputan) ini, kami sudah koordinasi dengan Desa Adat Kota Tabanan,” imbuhnya.
Hal lain yang tidak luput dari perencanaan yakni kemungkinan atau potensi terjadinya bencana alam yang membuat masyarakat harus mendapatkan perawatan medis. “Termasuk potensi bencana alam kami sudah perhitungkan,” sebutnya.
Pola pelayanan yang tidak jauh beda juga diterapkan di RS Singasana yang ada di Kecamatan Kediri.
“Untuk logistik obat-obatan dan kebutuhan lainnya sudah kami siapkan. Termasuk untuk back up (tenaga dokter dan perawat) bila diperlukan, kami juga sudah siapkan petugas on call,” jelas Direktur Utama RS Singasana, dr. I Wayan Doddy Setiawan, secara terpisah.
Ia menjelaskan seluruh unit vital akan siap selama 24 jam saat Nyepi nanti. Mulai dari UGD, kamar operasi, ruang rawat inap, kamar bersalin, begitu juga dengan logistik dan obat-obatan.
“Untuk tenaga, kami siapkan sekitar 63 orang. Itu ada dokter, bidan, perawat, dan tenaga pendukung (administrasi),” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tim cadangan yang statusnya on call atau siap panggil bila diperlukan adanya tambahan tenaga medis saat layanan darurat mengalami peningkatan jumlah pasien.
Berkaca dari pengalaman saat perayaan Nyepi yang sudah-sudah, peningkatan jumlah pasien di unit gawat darurat biasanya dipicu oleh tutupnya layanan di Puskesmas maupun praktik dokter swasta yang melayani pasien BPJS selama periode hari raya dan cuti bersama.
“Biasanya kalau UGD itu ada saja (pasien) yang datang. Ini karena faskes satu seperti Puskesmas atau dokter swasta yang melayani pasien BPJS tutup saat Nyepi dan cuti bersama,” pungkasnya.
Selain kedua rumah sakit tersebut, pola siaga juga diterapkan di Puskesmas dengan layanan UGD 24 jam untuk melayani kondisi darurat masyarakat.
Seperti dijelaskan, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr. IB Surya Wira Andi, dalam keterangan terpisah.
“Pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja saat hari raya Nyepi, puskesmas dengan layanan UGD 12 jam tutup sementara, sedangkan puskesmas dengan UGD 24 jam tetap siaga,” ungkapnya.
Ia merinci, terdapat tujuh puskesmas dengan layanan UGD 24 jam di Tabanan, yakni Puskesmas Tabanan III, Kediri I, Pupuan I, Selemadeg, Selemadeg Barat, Baturiti I, dan Penebel I.
Beberapa di antaranya juga dilengkapi layanan rawat inap 24 jam, seperti Puskesmas Pupuan I, Selemadeg, Selemadeg Barat, Baturiti I, dan Penebel I.
“Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan saat Nyepi dapat langsung memanfaatkan puskesmas dengan UGD 24 jam yang tetap beroperasi,” tegasnya. (c/kb)

















