Tetabuhan Baleganjur Iringi Upacara Melasti Desa Adat Nyitdah di Pantai Kedungu

TABANAN, Kilasbali.com – Suara tetabuhan baleganjur terdengar di Pantai Kedungu, Tabanan, mengiringi prosesi Melasti pada Selasa (17/3) pagi.
Melasti jelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka yang jatuh pada hari Kamis, tanggal 19 Maret 2026, digelar oleh Desa Adat Nyitdah, Kediri, Tabanan.
Ribuan pemedek dari warga Desa Adat Nyitdah yang terdiri dari 16 Banjar Adat, tampak memadati kawasan pantai berpasir hitam ini.
Tampak pecalang dan juga unsur kepolisian turut melakukan pengamanan. Tak hanya di pantai, para petugas ngayah di setiap titik persimpangan jalan yang dilalui iringan Melasti.
Pengamanan ini bertujuan agar pelaksanaan upacara berlangsung dengan lancar, dan astungkara berlangsung dengan trepti, aman dan lancar.
Bandesa adat Nyitdah, drh I Ketut Darka mengatakan, Upacara Melasti Desa Adat Nyitdah kali ini diikuti oleh Pura yang ada di wilayah/wewidangan Desa Adat Nyitdah.
“Titik kumpul di Pura Bale Agung berlokasi di sebelah simpang empat Desa Nyitdah, selanjutnya rombongan pengiring bergerak berjalan kaki menuju Pantai Kedungu kurang lebih 3 km,” katanya.
Lanjutnya, setelah selesai melaksanakan upacara di pantai, rombongan Melasti kembali berkumpul di Pura Bale Agung.
“Di pura ini, warga melakukan persembahan dan persembahyangan sambil menghaturkan canang buratwangi ataupun perani/punjung rayunan,” tuturnya.
Untuk diketahui, upacara Melasti bertujuan untuk mensucikan benda-benda sakral pura, serta mensucikan alam semesta dari dosa dan sifat buruk sebelum merayakan Hari Raya Nyepi.
Ritual ini melambangkan penghanyutan kotoran diri ke laut/sumber air suci untuk memohon air kehidupan (Tirta Amerta).
Pelaksanaan upacara Melasti biasanya berlangsung setahun sekali sesuai dengan perhitungan kalender Bali.
Selain itu upacara Melasti juga bisa dilakukan saat ada upacara besar di sebuah Pura atau tempat persembahyangan Umat Hindu. (amir/kb)



















