Pemkab Tabanan-BPD Bali Sinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem lewat Bedah Rumah

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali bersinergi dalam upaya mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sinergi ini ditandai dengan terlaksananya bantuan bedah rumah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BPD Bali bagi warga kurang mampu.
Penyerahan bantuan bedah rumah itu berlangsung bersamaan dengan penyerahan ambulans bagi RSU Singasana pada Kamis (12/3).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi kepada BPD Bali atas dukungan yang diberikan dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah tidak layak huni.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Tabanan.
“Enam keluarga mendapat bantuan bedah rumah melalui CSR BPD Bali. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya Kamis, (12/3).
Bantuan CSR dari BPD Bali Cabang Tabanan ini berupa program bedah enam rumah tidak layak huni yang nilai totalnya mencapai Rp 275.000.000.
Dalam program ini, ada lima rumah yang akan melalui proses bedah rumah secara penuh dan satu rumah dalam proses renovasi sebagian.
Adapun enam warga yang menerima bantuan bedah rumah tersebut yakni I Nyoman Sukamiasa dari Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti.
Selanjutnya, I Nyoman Suraedi dari Banjar Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat dan I Nyoman Ular Mas dari Banjar Dinas Raden, Desa Baru, Kecamatan Marga.
Kemudian I Nengah Sucita dari Banjar Tengah Kawan, Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan.
Berikutnya I Made Miniartayasa dari Banjar Dinas Manunggul, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, dan I Wayan Tarmasandri dari Banjar Saraswati, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg.
Sementara itu, Direktur Utama RSU Singasana, dr. I Wayan Dody Setiawan, menyebutkan bahwa bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian penyerahan bantuan ambulans.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut menyasar keluarga kurang mampu yang membutuhkan hunian yang layak.
“Karena kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh layanan di rumah sakit, tetapi juga kondisi lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara bantuan transportasi medis melalui ambulans dan program perbaikan rumah masyarakat merupakan bentuk kolaborasi yang komprehensif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sinergi antara bantuan transportasi medis dan perbaikan hunian ini merupakan kolaborasi yang sangat komprehensif dalam mendukung kesehatan masyarakat,” tambahnya. (c/kb)

















