Diduga Maling Motor, Seorang Pemuda Diamuk Warga di Jegu

TABANAN, Kilasbali.com – Warga Banjar Ngis Kaja, Desa Jegu, dibuat gerah dengan ulah seorang pemuda yang diduga kuat mencuri motor milik warga setempat pada Senin (26/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Tak ayal, pemuda itu menjadi bulan-bulanan warga sebelum petugas dari Polsek Penebel tiba di lokasi. Bahkan, wajahnya saat itu sudah babak belur hingga dilarikan ke Puskesmas Penebel.
Informasinya, saat ini pemuda yang informasinya berasal dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur, itu sudah diamankan di Polres Tabanan.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, mengonfirmasi soal kejadian itu. Hanya saja, ia menyebut kasusnya saat ini sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan.
“Kasus ini sudah ditangani Reskrim Polres Tabanan,” jawab Alit dengan singkat saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1).
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal atau Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, belum bersedia memberikan keterangan rinci soal kasus pencurian itu.
Ia hanya menyebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan. “Kami masih (melakukan) pengembangan,” jawab Teddy dalam keterangan melalui pesan singkatnya.
Informasinya, aksi pencurian motor Vario kombinasi biru hitam itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.
Korbannya atas nama I Gede Ditya Anantaputra yang usianya sekitar dua puluhan dari Banjar Ngis Kaja.
Ini seperti yang diterangkan Kepala Wilayah Banjar Ngis Kaja, Desa Jegu, I Made Sumardia, saat dikonfirmasi.
“(Motornya) ketahuan sekitar jam sepuluh malam. Kalau motornya hilang itu ketahuannya sekitar jam delapan malam,” kata Sumardia.
Menurutnya, aksi pencurian itu ia ketahui setelah mendapatkan laporan dari warganya sekitar pukul 20.00 Wita.
Usai mendapatkan laporan itu, ia kemudian mendatangi rumah Ditya yang menjadi korban pencurian tersebut.
Di rumah korban, ia mendapatkan informasi bahwa motor anaknya yang diparkir di pekarangan rumah dibawa kabur orang ke arah utara.
Baik Ditya maupun ayahnya sempat mengejar motor yang dibawa kabur orang tidak dikenal tersebut ke arah utara. Namun, mereka akhirnya kehilangan jejak.
Singkat cerita, orang tua Ditya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penebel.
Di saat yang sama, informasi mengenai pencurian motor Ditya itu juga disebar di media sosial dan WhatsApp termasuk ciri-ciri motor yang dicuri tersebut.
“Saya juga minta sekaa teruna-teruni yang sedang latihan mengambel dan buat ogoh-ogoh untuk membantu mencari keberadaan motor korban lewat WA dan FB,” imbuhnya.
Saat sedang membuat laporan di Polsek Penebel, Sumardia kembali mendapatkan kabar dari warganya bahwa motor Ditya sudah ditemukan di lingkungan Banjar Jegu Bale Agung.
“Sekitar jam sepuluh malam, saya dihubungi warga. Katanya, motornya sudah ditemukan di dekat dagang durian di Banjar Jegu Bale Agung,” jelasnya.
Menurut Sumardia, motor itu ditemukan teman korban yang kebetulan mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri motor korban yang hilang itu.
Bahkan korban sempat diajak ke dekat lokasi penemuan motor itu untuk membantu memastikan bahwa itu benar-benar motor korban yang hilang.
Setelah dipastikan bahwa motor itu merupakan kepunyaan korban, remaja dan warga dari Banjar Ngis Kaja datang ke lokasi penemuan. “Ngamuk warga saya. Sampai sana (lokasi penemuan) sudah ramai,” tutur Sumardia.
Menurutnya, pemuda itu diduga nekat masuk ke dalam pekarangan rumah korban untuk membawa kabur motor tersebut.
“Dia (maling) itu ambil motornya di dalam pekarangan rumah korban. Karena jarak (pekarangan) dengan jalan cuma tiga meteran. Kunci kontak motornya juga masih nyantol. Anak itu (korban) baru datang dari wantilan (banjar),” pungkas Sumardia. (c/kb)

















