
TABANAN, Kilasbali.com – Mantan politisi senior PDIP, I Made Edi Wirawan, resmi berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dipecat dari PDIP pada awal 2025 lalu.
Tak sekadar bergabung, Edi Wirawan bahkan resmi masuk struktural partai di tingkat kabupaten dengan posisi Ketua DPD PSI Tabanan.
Penunjukannya sebagai nahkoda partai belambang gajah dengan tagline Partai Super Tbk itu setelah dirinya resmi mendapatkan restu dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Surat Keputusan atau SK penunjukan Edi Wirawan sebagai Ketua DPD PSI Tabanan itu telah terbit beberapa hari terakhir ini.
Ini seperti diungkapkan Edi Wirawan saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1). Ia menyebut SK itu baru diterima beberapa hari terakhir ini dan sebetulnya sudah diteken 10 November 2025 lalu.
“Ya sudah tahun lalu (ditandatangani). Tapi baru turun beberapa hari ini dan pelantikannya direncanakan pada 24 Januari 2026 di Sunset Road,” ujar Edi Wirawan.
Edi secara blak-blakan mengungkapkan alasannya memilih PSI sebagai kendaraan politik barunya.
Ia merasa partai pimpinan putra bungsu Presiden RI Ke-7, Joko Widodo, itu menjadi satu-satunya yang memberikan tempat bagi dirinya setelah merasa terdepak dari partai sebelumnya.
“Saya dibuang PDIP, PSI yang mau memungut saya, ya saya berlabuh di PSI,” ujarnya blak-blakan.
Meskipun sempat dilirik oleh beberapa partai lain, ia akhirnya memantapkan hati untuk membela partai anak muda tersebut.
Selain alasan tersebut, Edi menilai visi dan misi PSI sejalan dengan prinsip politiknya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Saat disinggung agenda politik ke depannya, Edi menegaskan akan fokus mengawal kepentingan rakyat Tabanan agar menjadi lebih baik.
Ia menyatakan dukungannya terhadap pemerintah daerah yang sudah berjalan sesuai prosedur, namun tetap akan bersikap kritis jika ada hal yang perlu dikoreksi.
“Kalau ada hal-hal yang perlu dikritisi, pasti kami kritisi,” imbuhnya.
Meski kini menjabat sebagai Ketua DPD, Edi mengaku tetap menyadari posisi PSI sebagai partai baru.
Karena itu, ia tidak ingin memasang target yang terlalu tinggi dalam kontestasi politik di Tabanan di masa mendatang, khususnya yang terdekat yakni saat Pemilu 2029.
“Yang penting kerja, kerja, dan kerja. Kami tidak jumawa pasang target. Astungkara, kalau dapat kursi di DPRD kabupaten itu bonus buat kami di PSI,” pungkasnya. (c/kb)

















