Plafon Tapal Batas Tabanan di Selabih Jebol, Dinas PU Minta Rekanan Lakukan Perbaikan

TABANAN, Kilasbali.com – Tapal batas Kabupaten Tabanan-Jembrana yang baru tuntas dikerjakan tahun lalu dilaporkan jebol pada bagian plafon hingga viral di media sosial.
Kerusakan ini memancing reaksi warganet yang menyoroti kualitas bangunan di pintu masuk sisi barat Tabanan yang ada di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat itu.
Bukan tanpa sebab, tapal batas yang megah itu dibangun dengan biaya yang mencapai sekitar Rp 5 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, mengonfirmasi kondisi itu.
Ia menjelaskan bahwa rembesan air hujan yang dipicu faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama jebolnya bagian plafon.
“Desainnya itu ada bagian lubang, sehingga dorongan angin membuat air masuk ke dalam bangunan. Dua hari ini kan hujan di Tabanan,” kata Dedy pada Rabu (7/1).
Dedy menegaskan, tim dari rekanan yang menggarap pembangunan tapal batas itu sudah mulai melakukan perbaikan.
Perbaikan itu sesuai dengan kontrak kerja yang salah satunya menegaskan bahwa bangunan yang telah tuntas masih dalam masa pemeliharaan selama setahun.
Selama masa pemeliharaan, bila bangunan mengalami kerusakan menjadi tanggung jawab rekanan untuk melakukan perbaikan tanpa membebani anggaran.
Menurutnya, kerusakan itu termasuk ringan sehingga perbaikannya bisa dilakukan secara singkat tanpa membongkar seluruh plafon. “Perbaikan sedikit saja itu. Hari ini tuntas,” ujarnya.
Proyek tapal batas di perbatasan Selabih ini sejatinya baru rampung pada November 2025 dengan tujuan memperindah pintu masuk kabupaten.
Pintu masuk itu dibuat dengan konsep storyland atau gerbang bercerita. Di Selabih, gerbang itu dihiasi enam patung ikonik.
Keenam patung itu antara lain patung metekap atau membajak sawah dan patung sapi yang menjadi simbol identitas daerah agraris dan ketahanan pangan Bali.
Selain di Selabih, sepanjang 2025 Pemkab Tabanan juga fokus membangun tapal batas di timur yang berbatasan dengan Kabupaten Badung di Desa Abiantuwung.
Kedua titik ini dirancang untuk merepresentasikan kekayaan seni dan budaya serta kejayaan pertanian yang dimiliki Tabanan. (c/kb)

















