
SINGARAJA, Kilasbali.com — Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buleleng, Ida Gede Komang (IGK) Kresna Budi unjuk saran menunda pemangkasan TPP ASN (Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara) kepada Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra., Sp.Og. Nah alternatifnya, Kresna Budi usulkan pemotongan (pengurangan) jatah dana hibah anggota DPRD Buleleng fraksi Golkar.
Hal tersebut terungkap saat refleksi akhir tahun 2025 kinerja DPD II Golkar Buleleng di warung Bangkah Bali Dive, Desa Pacung Kecamatan Tejakula, Sabtu (27/12/2025).
Kresna Budi membeberkan, pemotongan TPP ASN berpotensi mempengaruhi kinerja serta berdampak terhadap perputaran ekonomi di daerah.
“Saran atau usul kepada Bupati Sutjidra agar tidak pangkas TPP ASN sudah disampaikan lengkap beserta potensi serta dampaknya. Harapannya, nantinya dipertimbangkan. Pertama, kebijakan yang dilakukan dengan alasan penyesuaian fiskal dan efisiensi anggaran ini, akan berpotensi terhadap kesejahteraan ASN serta kualitas pelayanan publik. Dari sejumlah obrolan, kebanyakan ASN hanya mengandalkan TPP itu, karena gaji pokok mereka sudah habis nyicil bank pakai beli rumah, belum lagi memenuhi tuntutan biaya kuliah anak-anak, serta keperluan belanja harian. Kedua, jika pemotongannya terlalu besar, ASN bisa merasa kurang dihargai, kurang nyaman. Dampaknya berantai: pelayanan melambat, inovasi menurun, dan kepuasan publik ikut terpengaruh,” terangnya.
Efek domino sebut Kresna Budi, akan dirasakan pelaku ekonomi lokal.
“Ya, dampaknya berantai, karena ASN merupakan salah satu motor perputaran ekonomi di kota dan kabupaten, terutama di sektor konsumsi rumah tangga. Pemotongan pendapatan mereka otomatis menekan belanja di warung, UMKM, transportasi, hingga sektor jasa,” imbuhnya.
Skema alternatif, Kresna Budi mengusulkan pengurangan dana hibah dewan serta hibah bupati.
“Pemotongan supaya balance (seimbang), ya porsinya sama-sama dikurangi, baik hibah anggota DPRD (dewan) juga Bupati Buleleng. Sekarang, kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan saran itu bisa dipertimbangkan, Bupati Buleleng,” tandasnya. (Ard/kb)

















