Sampah di Buleleng Curi Perhatian Investor? Begini Penjelasannya

SINGARAJA, Kilasbali.com — Persoalan penanganan sampah di Kabupaten Buleleng kian menemui titik terang. Kabarnya, ada investor yang melirik kondisi sampah di Buleleng.
Tak hanya itu, pihak investor bahkan menawarkan sistem penanganan sampah tanpa merogoh kocek anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Ir I Putu Adiptha Ekaputra ST tidak menampik kabar tersebut.
Pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengaku, telah bertemu dengan calon investor yang berniat menangani dan mengolah seluruh sampah di wilayah Kabupaten Buleleng.
“Kita akui kondisi sampah di Buleleng tergolong agak berat. Namun, kabar baiknya, kita kedatangan calon investor yang menawarkan menyerap sampah kita di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng, tanpa mengeluarkan anggaran sepeserpun dari APBD. Siapa investor itu, sementara belum bisa kita buka. Calon investor tersebut bahkan sudah melakukan pemaparan langsung dihadapan Bapak Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra, Sip Og,” ungkap Kadis Adiptha dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (26/11) pagi.
Kadis Adiptha menyebut, sampah yang nantinya diserap adalah organik serta non organik.
“Semua jenis sampah baik organik maupun non organik diserap oleh mereka (calon investor). Terlebih calon investor berencana menyewa lahan TPA Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Ibaratnya, kita dapat rezeki durian runtuh, karena ada peluang keuntungan yang kita dapatkan karena, tanpa mengeluarkan kucuran anggaran APBD Buleleng, malah potensi ini bisa menambah pundi pendapatan PAD Buleleng,” terangnya.
Masih kata dia, calon investor rencananya akan kembali ke Buleleng untuk melakukan survey lokasi.
“Sekaligus mereka sedang menyiapkan sejumlah alat yang nantinya akan digunakan untuk penanganan sampah di Buleleng. Misalkan, sampah organik akan mereka olah jadi pupuk urea. Kemudian, pupuk itu akan dikontribusikan langsung kepada sektor pertanian dan perkebunan di Buleleng. Lalu, sampah non organik rencanannya akan diolah jadi bahan bakar. Ya, karena mereka memiliki teknologi terbilang lengkap,” imbuhnya.
Pada bagian lainnya, Kadis Adipta berkolaborasi dengan Dinas LH Buleleng, berupaya optimalisasi penanganan sampah di TPA Bengkala yang saat ini kapasitasnya terbilang overload.
“Sebelum kerjasamanya deal, saat ini LH dari sisi pengolahan dan PUTR dari sisi infrastruktur berkolaborasi penanganan sampah di TPA Bengkala. Pun, memaksimalkan keberadaan TPS3R di masing masing desa,” pungkasnya. (Ard/kb(

















