Bakeuda Tabanan Klaim Realisasi Anggaran Hingga 2025 Imbang

TABANAN, Kilasbali.com – Badan Keuangan Daerah atau Bakeuda Tabanan mengeklaim realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 hingga Oktober 2025 relatif seimbang.
Ini didasarkan pada laporan realisasi anggaran atau LRA konsolidasi hingga 31 Oktober 2025 dari Bakeuda Tabanan.
Sesuai data itu, gambaran umum pendapatan terealisasi sekitar Rp 1,8 triliun lebih atau 79,09 persen dari target senilai Rp 2,2 triliun lebih.
Sementara pada anggaran belanja realisasinya mencapai Rp 1,5 miliar lebih atau sekitar 63,96 persen dari nilai yang ditargetkan yakni Rp 2,3 triliun lebih.
Secara rinci, realisasi pendapatan daerah terdiri dari PAD baru mencapai Rp 541 miliar lebih atau sekitar 70,14 persen dari nilai yang ditargetkan yakni sebesar Rp Rp 772 miliar lebih.
Selanjutnya, pendapatan transfer pusat dan daerah realisasinya baru Rp 126,8 miliar lebih atau sekitar 56,60 persen dari target Rp 1,5 triliun lebih.
Sementara itu, anggaran belanja rinciannya meliputi belanja operasional yang realisasinya sudah Rp 1,1 triliun lebih atau sekitar 64,05 persen dari target sebesar Rp 1,7 triliun lebih.
Berikutnya belanja modal Rp 119 miliar lebih atau 42,64 persen dari target Rp 279,1 miliar lebih dan belanja tidak terduga (BTT) sekitar Rp 12,2 miliar lebih atau sekitar 87,24 persen dari target Rp 13,9 miliar lebih.
Sedangkan belanja transfer realisasinya mencapai Rp 236 miliar lebih atau skeitar 83,21 persen dari target Rp 283,9 miliar lebih.
Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan, I Wayan Kotio menyebutkan bahwa laporan realisasi itu menandakan proses penganggaran berjalan efektif dan adaptif terhadap situasi ekonomi di tahun ini.
“Realisasi pendapatan dan belanja yang relatif seimbang menunjukkan kemampuan daerah dalam menjaga stabilitas fiskal,” jelasnya.
Menurutnya, realisasi itu berjalan berbarengan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan beberapa program prioritas baik oleh pemerintah pusat dan daerah. “Sambil terus mendorong percepatan program prioritas pembangunan,” ungkapnya.
Dengan capaian yang ada hingga Oktober 2025, pihaknya optimis realisasi APBD akan mendekati seratus persen di bulan yang masih tersisa di tahun ini seiring percepatan kegiatan fisik dan administrasi di seluruh dinas atau badan. (c/kb)

















