Polres Tabanan Siaga Hadapi Dampak Fenomena La Nina

TABANAN, Kilasbali.com – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan memastikan diri akan terlibat dalam upaya penanggulangan bencana sebagai dampak terjadinya fenomena La Nina yang diperkirakan mulai terjadi pada bulan ini hingga Februari 2026 mendatang.
Kesiapan ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Tanggap Darurat Bencana 2025 yang berlangsung di halaman utama kantor Polres Tabanan pada Rabu (5/11). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.
Selain diikuti jajaran Polres Tabanan, upacara itu juga dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI, dan relawan penanggulangan bencana.
Upacara itu digelar untuk memastikan kesiapan seluruh personel serta sarana dan prasarana untuk menanggulangi kerusakan akibat cuaca ekstrem mulai dari banjir, longsor, hingga angin kencang.
Dalam tugas tersebut, Polres Tabanan mengerahkan pasukannya sebanyak sepuluh peleton gabungan. Selain itu, seluruh jajaran BPBD Tabanan dan melibatkan unsur Kodim 1619/Tabanan.
Beberapa dinas dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan juga diikutsertakan dalam operasi ini seperti Dinas Kesehatan (Diskes); Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Penataan Kawasan, dan Permukiman (PUPRPKP), dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Selanjutnya PLN dan sejumlah relawan yang selama ini berpartisipasi dalam setiap upaya penanggulangan bencana di Tabanan.
Sementara untuk kendaraan operasional yang disiagakan antara lain mobil patrol, ambulans, mobil operasional SAR, hingga mobil derek. Semuanya akan dikerahkan untuk keperluan menghadapi kondisi darurat.
Bayu menyebutkan, Indonesia akan menghadapi fenomena cuaca La Lina pada akhir 2025 dan awal 2026. Fenomena ini dapat memicu terjadinya peningkatan curah hujan. Karena itu, masyarakat diimbau waspada dan perlu adanya penguatan koordinasi lintas sektor.
“Kesiapsiagaan dan sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menekan dampak bencana. Kami memastikan seluruh personel dan sarana siap bergerak cepat, tepat, dan humanis demi keselamatan masyarakat,” kata Bayu.
Pada prinsipnya, sambung Bayu, jajarannya siap dikerahkan untuk membantu menanggulangi dampak bencana. Demikian juga dengan unsur-unsur lainnya yang terlibat dalam apel atau upacara tersebut.
Selebihnya, ia mengimbau masyarakat untuk waspada. Salah satu kelompok masyarakat yang mendapatkan perhatian adalah para nelayan yang tiap hari bekerja di laut. “Ikuti imbauan dengan baik. Bila ada imbauan untuk tidak melaut, mohon diikuti,” ujar Bayu. (c/kb)

















