Diskominfo Tabanan Targetkan Pemasangan 460 WiFi Gratis Tuntas di November 2025

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan menargetkan program pemasangan WiFi Gratis di 460 titik akan tuntas pada November 2025 mendatang.
Proses pemasangan peranti atau perangkatnya terus dikebut. Bahkan, sampai dengan Oktober 2025, sudah ada 250 titik WiFi Gratis yang telah aktif.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, mengungkapkan hal itu dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Senin (27/10).
“Sekitar 250 titik sudah aktif dan sisanya akan rampung paling lambat pada akhir November 2025,” ujar Winiantara.
Ia menjelaskan, kontrak untuk program ini baru berjalan sejak Juni 2025. Kemudian, pada Juli 2025, rekanan baru bertugas di lapangan.
“Dan, sampai saat ini sudah sekitar setengah jaringan yang aktif. Pembangunan seluruh jaringan ditarget rampung akhir November 2025,” imbuhnya.
Menurutnya, proyek ini melibatkan rekanan dan pengadaan baru dengan pembagian wilayah kerja meliputi area timur dari Kediri, area barat dari Selemadeg, dan area utara dari Penebel.
Demikian juga untuk perluasan jangkauan untuk wilayah-wilayah dengan medan yang sulit. Bahkan, pada pekan depan rencananya akan ada dua titik WiFi Gratis yang akan dipasang.
“Rencananya dua titik WiFi gratis tambahan akan dipasang di Desa Mundeh Kauh,” sebutnya.
Ia menambahkan, kendala utama dalam percepatan pemasangan disebabkan oleh panjang jaringan kabel fiber optic (FO) yang mencapai 2.600 kilometer.
Selain itu, beberapa lokasi masuk ke dalam wilayah blank spot seperti di Desa Gadung Sari, Mundeh Kauh, dan sebagian wilayah Pupuan.
“Penarikan kabel di wilayah pegunungan dan lintasan antar desa membutuhkan waktu lebih lama. Tapi kami tentu terus berupaya dan pastikan nantinya 460 titik sudah terpasang dan aktif,” tegasnya.
Pemasangan WiFi Gratis ini lebih diarahkan pada desa dinas, dengan tujuan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat umum.
Program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis digital. Dan, ini terasa saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
“Banyak warga yang awalnya tidak terbiasa beraktivitas online, kini bisa beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk jualan atau promosi produk secara digital,” ujarnya mengeklaim.
Sekadar diketahui, program WiFi Gratis ini merupakan kelanjutan dari Bali Smart Island yang diprogramkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali pada 2019 lalu.
Dalam FKP itu juga terungkap bahwa di 2026 mendatang, program WiFi Gratis ini akan ditingkatkan lagi dari sisi hosting dan servernya.
Dengan demikian, data dan layanan digital desa dapat terintegrasi dengan lebih baik. Ini juga mencakup penambahan CCTV di tiap desa yang nantinya akan terkoneksi ke Pemkab Tabanan. (c/kb)
















