Money Changer Tipu-tipu Meresahkan Wisatawan

GIANYAR, Kilasbali.com – Pascapenipuan petugas Money Changer di Tegallalang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar langsung bertindak.
Karena kasus serupa kerap terjadi, seratus lebih pengusaha jual beli mata uang asing ini dipanggil dan dikumpulkan di Bali Budaya Gianyar, Kamis (18/9). Terlebih lagi banyak usaha ini yang belum mengantongi perizinan.
Sedikitnya, 103 pengusaha di panggil dan menjalani pengarahan serta pembinaan.
Pembinaan dipimpin oleh Kabid Penegakan Perda dan Perkada Satpol PP Gianyar AA Agung Semara Putra bersama OPD terkait.
Kasatpol PP Gianyar, I Made Arianta, menegaskan bahwa kepatuhan perizinan menjadi salah satu fokus pengawasan.
“Sebagai destinasi wisata, Gianyar memiliki banyak pelaku usaha money changer yang perlu mendapat perhatian. Belakangan, ada indikasi pertumbuhan pesat money changer di kawasan wisata, sebagian baru berdiri dalam 2–3 bulan terakhir. Ini harus dibina agar sesuai aturan,” jelasnya.
Menurut Arianta, pembinaan ini juga merespons keluhan masyarakat dan wisatawan terkait layanan money changer yang tidak sesuai standar.
Beberapa waktu lalu bahkan sempat viral kasus dugaan kecurangan yang mencoreng citra Gianyar sebagai destinasi wisata.
“Ada indikasi penipuan yang dilakukan oknum pegawai money changer. Umumnya ini terjadi pada money changer yang belum berizin. Karena itu, pembinaan kepatuhan perizinan sangat penting,” tegasnya.
Satpol PP juga memberi peringatan kepada pengusaha yang tidak hadir dalam pembinaan kali ini.
“Mereka akan ditindaklanjuti dengan pembinaan lanjutan sekaligus pengecekan perizinan,” tambah Arianta.
Salah satu pemilik money changer asal Karangasem, Ketut Sumarda, mengakui kasus viral tersebut berdampak pada kepercayaan wisatawan.
Namun, ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan usaha secara jujur.
“Kami bahkan memiliki perjanjian dengan desa adat di lokasi usaha. Jika terbukti berbuat curang, kami siap menutup sendiri usaha kami,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, Satpol PP Gianyar berharap seluruh pelaku usaha money changer dapat meningkatkan kepatuhan perizinan sekaligus menjaga citra Gianyar sebagai destinasi wisata yang aman dan terpercaya. (M/kb)

















