
TABANAN, Kilasbali.com – Pembangunan taman selancar atau skatepark di lapangan Kediri telah tuntas. Bahkan pengerjaannya lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Kendati demikian, arena untuk olahraga ektrem itu belum bisa dipakai atau dibuka untuk umum.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan sedang sedang merancang sistem pengelolaan skatepark tersebut agar jelas pengawasan dan perawatannya.
Ada kemungkinan, pengelolaan skatepark di sisi Tenggara lapangan Kediri itu akan dikelola oleh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah).
“Sudah selesai 99 persen,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Kawasan, dan Permukiman (PUPRPKP) Tababan, I Made Dedy Darmasaputra, Rabu (3/9).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang masih tersisa adalah melengkapi sarana penunjang lainnya seperti penataan di sekitar luar lintasan hingga lampu agar arena itu bisa dipakai pada malam hari.
Lintasan untuk olahraga ekstrem itu memiliki dimensi panjang 36 meter dan lebar 15 meter. Proses pengerjaannya menelan biaya Rp 1,5 miliar.
Selain karena masih perlu dilengkapi sarana penunjang, Dedy menyebutkan skatepark itu belum bisa dimanfaatkan karena sedang dirancang pengelolaannya.
Ini menjadi penekanan saat Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meninjau hasil akhir pengerjaan skatepark tersebut.
Urusan pengelolaan tersebut penting dipikirkan untuk menjaga dan merawat keberadaan skatepark tersebut.
“Supaya diketahui komunitas apa yang menggunakan. Begitu pula agar terawat dan terjaga,” imbuhnya.
Menurutnya, progres atau perkembangan pembangunan skatepark tersebut lebih cepat dibandingkan waktu yang ditargetkan.
Perkiraan awal, proses pembangunannya akan berlangsung selama tiga bulan dengan diawali pembuatan lintasan pada Juli 2025 lalu.
Namun, di akhir Agustus 2025, proses pembangunannya sudah selesai. “Di awal kan ditargetkan selesai pada September 2025,” jelasnya.
Selain masih dilengkapi dengan sarana penunjang dan dirancang sistem pengelolaannya, skatepark itu nantinya akan dibuka pada saat perayaan HUT Kota Singasana di November 2025.
Proses peresmian saat itu nantinya akan dibarengi dengan event kejuaran skatepark. “Rencana pimpinan seperti itu. Diresmikan bersamaan dengan event di November 2025,” tukas Dedy. (c/kb)

















