Pedagang Pasar Ubud Blok Timur Datangi Disperindag

GIANYAR, Kilasbali.com – Terkait ketiadaan tempat relokasi, belasan orang perwakilan pedagang Pasar Ubud blok Timur menghadap ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar Rabu (27/8). Mereka mengaku kecewa karena tanpa tempat relokasi alias dirumahkan, dipastikan nganggur selama proses renovasi pasar.
Perwakilan pedagang, I Ketut Torki, mengatakan bahwa kedatangan mereka ke Disperindag untuk meminta kepastian karena informasi dari petugas Pasar berbeda-beda terkait nasib pedagang selama proses renovasi.
“Infonya dikirim lewat WA. Dikirim petugas terkait rencana pemkab Gianyar renovasi Pasar blok Timur. Awalnya saya ragu, karena setahu kita kalau sosialisasi resmi pasti ada, kop tanda tangan pejabat terkait,” keluhnya.
Ketut Torki menegaskan, pedagang berharap agar pemerintah dapat memberikan kepastian terkait waktu renovasi dan relokasi sementara.
“Sebelumnya, kami juga pernah alami bencana waktu kebakaran pasar di barat. Respon pemda saat itu cepat, pedagang korban kebakaran diterima dengan baik di blok Timur. Tidak ada gejolak, hubungan bagus,” jelasnya.
Menanggapi keluhan pedagang, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta mohon maaf atas kekacauan informasi di lapangan.
Suarta menjelaskan ada angin segar bagi pedagang karena rencana renovasi baru mulai proses tender yang biasanya berlangsung sebulan.
“Jadi pedagang masih bisa jualan selama proses tender itu. Setelah menang pun masih ada waktu sanggah/penyanggahan 10 hari,” ujarnya. Sedangkan untuk relokasi pedagang, Disperindag sedang menjajaki beberapa tempat. (ina/kb)

















