Pengunjung Ulundanu Beratan-Tanah Lot Turun 20 Persen Gegara Jalur Denpasar-Gilimanuk Tutup

TABANAN, Kilasbali.com – Terputusnya jalur Denpasar-Gilimanuk akibat badan jalan yang jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, rupanya berimbas juga terhadap kunjungan wisatawan di beberapa tempat wisata di Tabanan.
Terlebih, saat ini merupakan musim libur panjang sekolah. Biasanya, pada musim seperti ini, rombongan siswa dari beberapa wilayah di Pulau Jawa datang berlibur dalam jumlah yang banyak. Dan, Ulundanu Beratan maupun Tanah Lot menjadi tempat wisata yang sering dituju.
Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Ulundanu Beratan, I Wayan Mustika, mengakui kondisi lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk membawa pengaruh terhadap jumlah kunjungan ke objek wisata yang dikelola pihaknya.
“Sangat berpengaruh. Khususnya, jalur Denpasar-Singaraja yang jadi macet. Di mana-mana macet, sekarang ke Bedugul juga macet,” ujar Mustika.
Menurutnya, sejak jalur Denpasar-Gilimanuk ditutup akibat badan jalan yang jebol di Bajera pada Senin (7/7), jumlah kunjungan ke Ulundanu Beratan yang berlokasi di kawasan Bedugul, Kecamatan Baturiti, mengalami penurunan sekitar 20 persen.
“Ada (penurunan). Sekitar 20 persen. Saat hari jebol itu, turun. Kalau di Ulundanu itu rata-rata kunjungan perharinya dua ribuan. Jadi 20 persen dari dua ribuan itu. Banyak (rombongan) yang cancel. Balik ke Jawa,” jelasnya.
Kondisi yang sama juga disebutkan manajeman DTW Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Seperti diungkapkan Asisten Manajer DTW Tanah Lot, Putu Toni Wirawan. “Pasti ada pengaruhnya. Sekitar 20 persenan,” ujar Toni pada Jumat (11/7).
Kendati demikian, ia menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada calon pengunjung yang cancel atau melakukan pembatalan kunjungan. Ia menyebutkan, rata-rata kunjungan wisata di Tanah Lot masih sama seperti sebelumnya yakni di kisaran tiga sampai empat ribuan.
“Syukurnya tidak ada cancel. Cuma agen-agen mungkin memberikan alternatif waktu berkunjung. Kalau nggak pagi ya sore,” jelasnya.
Walau begitu, Toni berharap kondisi jalur Denpasar-Gilimanuk yang terputus sementara waktu ini secepatnya bisa normal kembali dengan adanya perbaikan segera dari Pemerintah. Sehingga, akses transportasi kembali pulih. (c/kb)

















