
TABANAN, Kilasbali.com – Calon bupati Tabanan nomor urut 2 I Komang Gede Sanjaya menggemakan pentingnya persatuan di antara warga Kabupaten Tabanan.
Misi ini juga yang hendak ia bawa bila terpilih kembali sebagai calon bupati Tabanan untuk periode 2024-2029 melalui momen pilkada pada 27 November 2024 mendatang.
Hal ini Sanjaya ungkapkan saat menghadiri Forum Bhineka Tunggal Ika yang berlangsung di Rumah Bhineka Tunggal Ika, Banjar Sanggulan, Desa Banjaranyar, Kecamatan Kediri pada Sabtu (16/11).
“Tabanan merupakan kabupaten yang kaya budaya dan keberagaman. Kami ingin melanjutkan kepemimpinan yang mengutamakan persatuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama atau suku,” kata Sanjaya.
Menurutnya, kebhinekaan merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Semangat kebhinekaan ini juga yang menjadi salah satu pijakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Visi itulah yang hendak dibawa Sanjaya selaku calon bupati yang berpasangan dengan I Made Dirga selaku calon wakil bupati Tabanan dalam Pilkada 2024.
Visi yang sama juga dibawa oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 2 Wayan Koster dan I Made Dirga (Koster-Giri) yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.
Sanjaya menegaskan, visi tersebut menekankan keharmonisan antara alam, manusia, dan budaya yang bila dikelola dengan baik akan memberikan kesejahteraan bersama.
Karena itu, Sanjaya memohon restu sekaligus dukungannya kepada peserta Forum Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari para tokoh lintas agama tersebut untuk bisa menang dalam Pilkada 2024 mendatang.
Ia mengajak untuk memilih pasangan Koster-Giri pada pemilihan gubernur dan Sanjaya-Dirga dalam pemilihan bupati pada 27 November 2024 mendatang.
Forum Bhineka Tunggal Ika itu sendiri turut dihadiri oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan Ni Putu Yuni Widyadnyani. Forum ini berhasil mempertemukan berbagai tokoh lintas agama dan membahas pentingnya toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Tabanan.
Koordinator Forum Bhineka Tunggal Ika Martinus menegaskan, dialog antaragama penting dilakukan untuk menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.
“Dialog ini menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman dan toleransi serta menjaga persatuan di Tabanan,” ujarnya. (tim/kb)

















