
TABANAN, Kilasbali.com – Calon bupati Tabanan nomor urut 1 I Nyoman Mulyadi memberi jawaban menangkis saat dipandang belum punya pengalaman di bidang pemerintahan.
Jawaban itu disampaikan Mulyadi dalam sesi tanya jawab di debat terbuka Pilkada 2024 pertama pada Kamis (31/10). Khususnya saat ia ditanya soal rencana menggunakan incinerator untuk pengelolaan sampah oleh rivalnya, I Komang Gede Sanjaya.
Dalam pertanyaan itu, penggunaan incinerator diatur ketat oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, pengggunaan incinerator juga memberlukan biaya yang besar dari sisi teknologi maupun operasionalnya.
Di awal jawabannya, Mulyadi mengakui ia dan pasangannya, calon wakil bupati Tabanan I Nyoman Ardika, memang belum berpengalaman.
“Untuk saat ini memang kami belum berpengalaman, tapi kami bukan tidak berpengetahuan,” ujar Mulyadi mengawali jawabannya.
Ia melanjutkan, soal anggaran seperti yang disampaikan rivalnya itu semata masalah angka. “Masalah angka dan sebagainya, Beliau (Sanjaya) kan sudah pernah menjabat,” jawabnya.
Baginya, berbicara angka itu merupakan masalah teknis. “Karena kami adalah orang lapangan bukan orang kantoran,” imbuhnya.
Menurut Mulyadi, pemanfaatan incinerator ramah lingkungan merupakan opsi yang hendak ia jalankan untuk mengurai persoalan sampah yang ada di Tabanan.
Sebab, sambungnya, penanganan sampah yang ada di Tabanan sejauh ini baru berhenti pada penimbunan semata. “Bukan pengolahan sampah. Ini masalah besar untuk ke depannya,” tukasnya.
Karena itu, sambung Mulyadi, Tabanan ke depannya harus bisa mengolah sampah secara mandiri. Ini bisa dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga sebagai operatornya.
“Karena (masalah) sampah di Tabanan sangat luar biasa. Buktinya kemarin sudah terjadi kebakaran berulang kali,” kata Mulyadi.
Ia menegaskan, penggunaan incinerator untuk mengatasi persoalan sampah itu merupakan kebijakan bupati yang harus ditempuh.
“Yang punya kebijakan di sana memang bupati. Tetapi itu harus dijalani oleh kepala dinas terkait. Dan yang paling penting, kami akan menempatkan kepala dinas sesuai dengan The Right Man on The Right Place,” pungkasnya. (tim/kb)

















