
JEMBRANA, Kilasbali.com – Untuk pertamakalinya di Jembrana terjadi kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 meninggal akibat gantung diri Senin (30/8/2021).
Kasus ulah pati ini terjadi saat korban tengah menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Jembrana. Hingga kini belum diketahui motif yang melatarbelakangi pasien ini sampai nekat menghakhiri hidupnya.
Pandemi covid-19 sudah mewabah sejak awal 2020. Dalam rentang waktu lebih dari, 1,5 tahun tersebut, ada lebih dari seratus warga yang meninggal dunia setelah dinyatakan terkonfirmasi covid-19.
Namun baru kali ini terjadi kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang isolasi karena gantung diri. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Senin kemarin, korban diketahui bernama I Made SW (44).
Korban merupakan salah satu pasien di ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Kecamatan Jembrana. Lelaki asal Banjar Pangkungkwa, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo tersebut sebelumnya masuk rumah sakit pada Kamis (26/8/2021) malam dengan keluhan sesak nafas.
Dari hasil tes swab PCR, pasien dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 sehingga menjalani perawatan di ruang isolasi perawatan pasien positif covid-19.
Bahkan selama menjalani perawatan, pasien intens berkomunikasi dengan pihak keluarga di rumah. Namun saat salah seorang perawat di ruang isolasi berinisial PD (28) asal Banjar Pangkung Badahan, Desa Pulukan, Pekutatan sekitar pukul 05.30 Wita melakukan kunjungan ke kamar pasien, pasien tidak berada di tempat tidurnya.
Awalnya dikira pasien tersebut sedang buang air di kamar mandi, namun saat dipanggil tidak ada sahutan dari pasien bersangkutan.
Perawat tersebut merasa curiga lantaran kamar mandi ruangan pasien terkunci dari dalam. Setelah lama di panggil, perawat tersebut langsung menghubungi bagian keamanan untuk selanjutnya bersama-sama mengecek.
Satpam rumah sakit membuka pintu kamar mandi secara paksa menggunakan gunting. Setelah pintu kamar mandi berhasil dibuka, perawat dan satpam rumah sakit menemukan tubuh pasien sudah dalam posisi tergantung.
Korban gantung diri pada besi penyangga korden menggunakan selimut warna merah. Atas kejadian tersebut satpam rumah sakit langsung melaporkan kejadian tersebut ke managemen rumah sakit swasta tersebut dan meneruskan ke Polsek Kota Jembrana.
Sementara Kapolsek Kota Jembrana Iptu Putu Budi Santika mengakui adanya kejadian pasien terkofnrimasi c0vdi-19 di ruang isolasi di rumah sakit swasta tersebut yang meninggal karena gantung diri.
Setelah mendapatkan laporan, personil kepolisian langsung tururn dengan APD lengkap untuk melakukan identifikasi.
“Hasil dari pemeriksaan dokter rumah sakit swasta tersebut serta tim Inafis Polres Jembrana, pasien tersebut murni gantung diri, saat diperiksa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Korban dibawa langsung ke RSU Negara untuk untuk di laksanakan pemulasaran Jenazah dan kasus ini sudah ditangani Polres Jembrana,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Reza Pranata mengatakan sudah dilakukan identifikasi terhadap jenasah pasien yang nekat menghakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut.
Namun pihaknya belum mengetahui motif yang melatarbelakangi pasien yang dalam perawatan di ruang isolasi sampai gantung diri. “Pasien memang positif covid-19 tapi kami belum ketahui motif yang melatarbelakanginya. Masih kami selidiki,” tandasnya. (gus/kb)

















