Warga Ramai Vaksinasi, Prokes Terabaikan

GIANYAR, Kilasbali.com – Ratusan warga tampak berdesak-desakan antre untuk mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19 di RSU Sanjiwani Gianyar. Protokol kesehatan (prokes) terutama jaga jarak akhirnya terabaikan. Kondisi ini tidak saja membuat warga risih, petugas pelayanan vaksin pun merasa was-was karena sangat rentan terpapar Covid.
Pantuan, Kamis (18/3/2021), suasana di Lantai tiga, Gedung Graha Sabaha, RSU Sanjiwani yang dipenuhi warha dan berdesakan, benar-benar mengerikan. Terbatasnya ruangan antre, mulai dari pendaftaran mengakibatkan lorong-larong gedung hingga bagian tangga penuh sesak.
Mulai dari rakyat biasa, pejabat hingga sejumlah anggota DPRD Gianyar pun ambil bagian dalam kerumunan tersebut.
“Seharusnya antusias warga ini diantsipasi. Jika ruangan diatas terbatas, setidaknya dari halaman gedung sudah dijaring, biar tidak terjadi desak-desakan begini ini,” gumam seorang warga.
Pemandangan mengerikan inipun membuat salah seorang warga, I Gede Bandem Saputra khawatir usai menjalai vaksin. Pemuda Asal Ubud ini mengaku ketakutan. “Saya datang untuk mengantisipasi virus corona, justru bisa tertular saat mengikuti vaksinasi ini,” ungkapnya.
Dari data yang diterima, hingga Kamis siang terdapat 511 orang yang menjalani vaksinasi. Termasuk anggota dewan dan staf maupun pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD Gianyar.
Kerumunan ini terjadi di lantai tiga, tempat pendaftaran vaksinasi. Namun kerumunan ini terurai setelah penerima vaksin masuk ke ruang berikutnya, yakni ruang vaksinasi dan observasi.
Kepala Bidang Humas RSUD Sanjiwani, Anak Agung Gde Putra Parwata saat dikonfirmasi terkait kerumunan ini mengatakan, dalam pelayanan vaksinasi Covid-19 ini, pihaknya menyediakan tiga ruangan. Yakni ruang lantai III sebelah barat lift khusus untuk pendaftaran dan mengukur tensi.
Sementara ruang diklat digunakan khusus untuk vaksinasi. Sementara Aula Graha Saba Utama untuk observasi setelah suntik vaksin.
Namun, lantaran jumlah masyarakat yang datang untuk divaksin relatif banyak dan luas ruangannya pun terbatas, sehingga kerumunan di ruang pendaftaran tidak bisa dielakkan.
Namun ia memastikan, setelah melewati tahap pendaftaran dan cek tensi, masyarakat akan langsung terurai. “Karena warga datang dalam waktu bersamaan, ruangan terbatas, yang vaksin banyak,” ujarnya.
Mengantisiapsi kerumunan ini, sebutnya, Pemkab Gianyar telah membuka layanan vaksinasi di Alun-alun Astina Gianyar. Diapun meyakini hal tersebut dapat mengurai kerumunan di RSUD Sanjiwani. (ina/kb)

















