
GIANYAR, Kilasbali.com – Warga Gianyar, kini memilki sport foto dan tempat rekreasi yang baru, yakni Alun-alun Gianyar di depan Puri Agung Gianyar.
Postingan di media sosial saat Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengecek lampu-lampu di alun-alun ini, langsung menjadi magnet.
Meksi belum dibuka secara resmi, sejak Senin (23/11/2020) malam, warga mulai berlomba berselfie ria di depan alun-alun, mulai dari komunitas penghobi hingga keluarga.
Sebagaimana diketahui, Alun-alun Gianyar ini merupakan salah satu proyek besar di Kabupaten Gianyar tahun ini.
Anggaran yang digelontorkan Pemkab Gianyar pun mencapai sebesar Rp 22 miliar lebih.
Revitalisasi lapangan yang kini sudah proses akhir ini sudah memberi pesona pengguan jalan yang melintas terutamanya saat malam hari.
Di mana, alun-alun ini dikombinasi dengan konsep taman dengan tata lampu yang apik.
Terdapat Patung Panca Pandawa, air mancur, tanaman perindang jenis asem jawa serta di bagian depan Alun-alun Gianyar terdapat trotoar luas dengan bahan batu alam.
Tak hanya itu, lapangan kini terlihat indah dan akan terbebas dari lintangan kabel PLN.
Sejak Bupati Mahayastra melakukan pengecekan di malam hari dan diungggah di media sosial, warga pun mulai tak sabar untuk melihat secara langsung.
Alhasil, meski alun-alun ini belum selesai, sejumlah warga sudah mendatangi saat malam hari.
Sebab ketika malam, sisi luar taman diterangi oleh lampu hias, karena belum bisa masuk ke areal proyek.
Adwin, Hendra, Dimas dan anak-anak penggemar vespanya pun mewajibkan berhenti sejenak untuk berselfe ria.

Ada pula bapak Balon dari Blahbatuh, bersama istri serta anaknya sengaja datang karena penasaran dengan keindahan alun-alun Gianyar ini.
Anak-anak vespa inipun sempat disambangi Satpol PP Gianyar karena dikira akan nongkrang sambil mengkonsumsi minumman keras di areal tersebut.
“Dikira minum-minum, kami didatangi Satpol PP, padahal cuma mau nongkrong sbentar untuk selfie saja. Tapi saya mengapresiasi tindakan Satpol PP, saya setuju alun-alun ini nantinya steril dari miras dan tempat kegiatan hura-hura lainnya,” ungkap Dimas yang rumahnya tak jauh dari alun-alun.
Di balik apresiasi masyarakat, sejumlah masukan juga disampaikan masyarakat sebelum alun-alun ini dibuka untuk umum. Salah satunya tulisan aksara Bali untuk menulis Alun-alun Gianyar terkait.
Sebab tulisan tersebut dinilai keliru, dalam penulisan kata Gianyar. Dimana dalam aksara tersebut, jika diterjemahkan ke tulisan latin menjadi dibaca ‘Gihanyar’.
Secara terpisah, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, penulisan tersebut dilakukan oleh pihak rekanan. Sebab sampai saat ini, proyek tersebut belum diserahterimakan ke Pemkab Gianyar.
Di samping itu, proyek ini juga berjalan, sehingga kesalahan itu akan disampaikannya ke pihak rekanan untuk diperbaiki.
“Nanti kita informasikan untuk diperbaiki. Saat ini proyek masih kewenangan pihak rekanan karena belum serah terima. Proses pengerjaan juga masih berlangsung,” ujarnya singkat. (ina/kb)

















