
TABANAN, Kilasbali.com – Dua bangunan rumah milik warga di Perumahan Teras Dati, Banjar Dinas Jagastru, Desa/Kecamatan Kediri mendadak amblas pada Selasa (20/10).
Bencana yang terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului hujan maupun banjir tersebut mengakibatkan seorang warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.
Korban terluka diketahui bernama Risnu Akbar Kurniawan (29), salah seorang anggota keluarga pemilik bangunan.
Risnu yang tertimpa material saat bangunan runtuh langsung dievakuasi oleh tetangga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, membeberkan bahwa peristiwa ambruknya bangunan tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30 Wita.
Sebelum bangunan roboh, pemilik rumah Nurul Laili (52) dan AA Krisna Jaya (39) yang rusak pada bagian dapurnya sempat merasakan guncangan menyerupai getaran gempa bumi.
Sadar akan bahaya, kedua pemilik bangunan bergegas menyelamatkan diri keluar rumah.
Hanya dalam hitungan menit pascagetaran tersebut, fisik bangunan rumah dan dapur amblas.
“Amblas tiba-tiba. (Yang amblas) bangunan rumah dan dapur,” ujar Trisna saat dikonfirmasi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan hasil verifikasi tim BPBD Tabanan, estimasi kerugian bangunan rumah milik Nurul Laili menembus Rp 150 juta.
Sementara kerusakan bangunan dapur milik AA Krisna Jaya ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Trisna menjelaskan, berdasarkan asesmen teknis dan pengamatan lapangan, amblasnya bangunan dua rumah di tengah musim kemarau ini dipicu oleh penurunan atau pergeseran struktur tanah yang labil dan gembur.
Posisi bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Dati memperparah kerentanan tapak bangunan. Bahkan, menurut keterangan pemilik, peristiwa akibat pergeseran tanah di lokasi itu sudah terjadi untuk ketiga kalinya.
“Selain itu disebabkan pula kondisi pondasi dasar dari bangunan yang sudah terkikis secara perlahan dipinggiran sungai,” pungkasnya. (c/kb)

















