Perumda TAB Siapkan Satu Mobil Tanki Antisipasi Gangguan Saat Kemarau

TABANAN, Kilasbali.com – Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) menyiagakan satu unit mobil tanki berkapasitas lima ribu liter sebagai langkah antisipasi gangguan distribusi air selama musim kemarau tahun ini.
Langkah ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pelayanan kepada pelanggan meskipun kondisi distribusi sejauh ini terpantau masih normal.
Kasubag Humas dan Langganan Perumda TAB I Putu Wahyu Untung Suardana menjelaskan bahwa penyiapan armada tersebut disesuaikan dengan keperluan serta kondisi pelayanan saat ini.
Pihaknya mencatat bahwa hampir 90 persen pelayanan distribusi air di Kabupaten Tabanan masih berada dalam kondisi stabil. “Kapasitasnya lima ribu liter,” ujar Wahyu pada Kamis (13/8).
Wahyu menegaskan, armada tanki tersebut disiagakan khusus untuk merespons wilayah yang mengalami gangguan distribusi dengan waktu perbaikan atau normalisasi yang cukup lama.
Hal ini merupakan bagian dari standar pelayanan perusahaan untuk menjamin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“(Statusnya) tetap ada stand by. Memang disiagakan bila terjadi gangguan dengan normalisasi yang cukup lama,” imbuhnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih melalui mobil tanki, Perumda TAB mewajibkan adanya permohonan melalui surat resmi.
Wahyu memastikan bahwa layanan ini diberikan secara cuma-cuma asalkan diperuntukkan bagi kepentingan sosial. “Tidak bayar. Sepanjang itu untuk kebutuhan sosial,” tegasnya.
Mengenai pemetaan titik rawan, pihak manajemen telah mengantongi data wilayah yang memiliki potensi gangguan debit air, baik di musim kemarau maupun hari biasa. “Kami sudah petakan titik kritis meskipun tidak di musim kemarau,” jelasnya.
Salah satu titik perhatian berada pada mata air Mekori di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Wahyu merinci bahwa sumber air tersebut setidaknya melayani dua desa yakni Desa Belimbing dan Antosari. “Sementara sumber air lainnya relatif stabil,” ungkapnya.
Selain mata air, kondisi Bendungan Telaga Tunjung juga terus dipantau karena menjadi sumber bahan baku air bagi lima desa di wilayah Unit Kerambitan.
Meski debit air di bendungan tersebut mulai menyusut, hal tersebut diklaim belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan di kawasan tersebut.
“Di sana mencakup lima desa. (Jumlah pelanggan) satu desa kurang lebih 2.500 KK. Saya tidak mengetahui detil jumlahnya karena (data) itu ada wilayah Unit Kerambitan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi fluktuasi pasokan, Perumda TAB mengimbau pelanggan agar tetap rutin melakukan penampungan air secara mandiri.
Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga ketersediaan air bersih di tingkat rumah tangga saat jam-jam pemakaian tinggi.
“Sehingga pada saat jam puncak beban agar masih memiliki pasokan air bersih,” pungkasnya. (c/kb)

















