
TABANAN, Kilasbali.com – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, memperingatkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) agar memastikan pengerjaan proyek penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan berjalan sesuai perencanaan.
Proyek fisik yang menelan anggaran dari APBD 2026 hingga puluhan miliar rupiah ini diminta tidak menyimpang dari dokumen teknis yang telah ditetapkan agar kualitasnya terjaga.
Arnawa menegaskan, pengawasan rutin terhadap pengerjaan infrastruktur sangat penting untuk menghindari adanya ketidaksesuaian di lapangan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah proyek penataan pusat kota di Jalan Gajah Mada yang kini sedang berlangsung, terutama pada bagian saluran air dan gorong-gorong.
Arnawa menekankan agar renovasi drainase benar-benar berfungsi maksimal untuk mencegah genangan air saat cuaca ekstrem.
Ia tidak ingin perbaikan tersebut hanya bersifat kosmetik namun mengabaikan fungsi teknis jangka panjang.
“Jangan sampai hanya sekedar direnovasi, tetapi saat musim hujan tiba gorong-gorong justru menjadi mampet,” ungkap Arnawa, Kamis (23/7).
Selain masalah drainase, pengerjaan trotoar dengan pemasangan paving block juga harus memenuhi standar mutu material, ketebalan, serta kerapian hasil akhir.
Arnawa meminta setiap tahapan konstruksi, mulai dari penataan trotoar hingga pembangunan ulang patung Catur Muka, harus merujuk pada cetak biru yang sudah disepakati.
“Intinya setiap pengerjaan proyek harus sesuai dengan spesifikasi, dokumen detail engeineering design (DED) awal,” tegasnya.
Untuk diketahui, penataan Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan ini menghabiskan dana mencapai lebih dari Rp 30 miliar.
Di Terminal Pesiapan, pemerintah daerah merancang kawasan khusus untuk pasar senggol, pasar tradisional, hingga area bagi para penghobi, dengan target penyelesaian sebelum 2026.
Arnawa berharap besarnya investasi infrastruktur ini dapat memberikan dampak nyata bagi kenyamanan dan mobilitas warga Tabanan.
Kualitas bangunan yang baik dinilai akan memperpanjang usia pakai fasilitas publik tersebut.
“Setiap proyek fisik selain kualitas yang mantap juga bisa bertahan lebih lama,” pungkasnya. (c/kb)

















