Tiga SPPG di Tabanan Belum Beroperasi Karena Dananya Belum Cair

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tabanan hingga kini belum dapat dioperasikan untuk melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mandeknya operasional fasilitas tersebut disebabkan oleh kendala pencairan anggaran dari pemerintah pusat yang masih dalam proses administrasi.
Ketiga unit yang belum aktif tersebut tersebar di beberapa titik strategis, yakni wilayah Kecamatan Marga, Kecamatan Penebel, dan Desa Penarukan di Kecamatan Kerambitan.
Dari total target pembangunan sebanyak 38 unit SPPG di seluruh kabupaten, saat ini baru 35 unit yang sudah terealisasi secara fisik namun belum semuanya bisa melayani siswa.
Koordinator SPPG Wilayah Tabanan, Putu Mitha Aryasita, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menunggu kucuran dana agar fasilitas tersebut bisa segera difungsikan.
Kondisi ini menyebabkan distribusi makanan bergizi bagi para siswa di sekitar wilayah tersebut harus tertunda untuk sementara waktu.
“Saat ini masih proses, belum bisa operasional karena menunggu dana cair,” ujar Mitha saat memberikan keterangan di Lapangan Alit Saputra, Rabu (1/7).
Meski terdapat kendala anggaran pada tiga unit tersebut, Mitha memastikan tidak ada kebijakan untuk mengurangi jumlah SPPG yang sudah direncanakan di Tabanan.
Pihak pengelola masih terus memantau perkembangan dan instruksi teknis dari pemerintah pusat terkait keberlanjutan program nasional ini. “Pengurangan SPPG tidak ada. Kami masih tunggu arahan dari pusat,” kata Mitha.
Hambatan operasional ini berdampak pada cakupan layanan yang belum mencapai angka seratus persen bagi seluruh siswa di Tabanan.
Berdasarkan data evaluasi, setidaknya masih ada sekitar lima ribu peserta didik yang belum terjangkau program pemenuhan gizi ini karena berbagai kendala teknis dan jangkauan wilayah.
“Secara keseluruhan, capaian program ini sudah menjangkau sekitar 85 ribu siswa dari total sekitar 90 ribu siswa. Artinya, masih terdapat sekitar sepuluh hingga 20 persen peserta didik yang belum mendapatkan layanan,” jelasnya.
Selain persoalan unit yang belum aktif, jarak tempuh yang jauh juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi makanan.
Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Selemadeg Barat. Di wilayah ini, SDN 1 Mundeh Kauh menjadi satu-satunya sekolah yang belum tersentuh layanan MBG.
Mengenai jadwal aktivitas di lapangan, operasional SPPG saat ini sedang dalam masa jeda menyusul periode libur panjang sekolah.
Seluruh aktivitas penyediaan makanan bagi siswa dijadwalkan akan kembali berdenyut serentak pada pertengahan bulan Juli mendatang seiring dimulainya tahun ajaran baru.
“Dan untuk operasional SPPG saat ini mengikuti kalender pendidikan. Layanan sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah dan dijadwalkan kembali berjalan pada 13 Juli mendatang,” sebutnya.
Manajemen SPPG di daerah berharap seluruh kendala pendanaan dapat segera teratasi sebelum masa aktif persekolahan kembali dimulai.
Koordinasi intensif masih terus dilakukan agar standar pelayanan pemenuhan gizi bagi puluhan ribu siswa di Tabanan berjalan optimal sesuai petunjuk pelaksanaan dari pusat. (c/kb)

















