
TABANAN, Kilasbali.com – Operasi pencarian terhadap I Ketut Sadra (72), lansia yang hilang misterius di Banjar Batugaing, Desa Beraban, resmi dihentikan oleh tim gabungan sejak Senin (8/6).
Keputusan ini diambil setelah upaya penyisiran intensif selama delapan hari berturut-turut tidak membuahkan hasil atau nihil tanda-tanda keberadaan korban.
Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, menyatakan bahwa seluruh prosedur pencarian telah diupayakan secara maksimal di berbagai titik potensial oleh personel lintas instansi.
Namun, hingga batas waktu operasi berakhir, keberadaan kakek yang hilang saat hendak memberi pakan ternak tersebut belum juga terdeteksi.
“Hingga hari kedelapan pencarian, hasilnya nihil. Korban belum ditemukan meskipun tim sudah menyisir sejumlah lokasi,” ujar Budiawan pada Rabu (10/6).
Pencarian besar-besaran sebelumnya melibatkan unsur SAR Polda Bali, Sat Polair Polres Tabanan, BPBD Tabanan, hingga bantuan dari warga setempat.
Tim memfokuskan penyisiran mulai dari kawasan Pura Tanggu, area perkebunan, hingga mencapai wilayah Pura Dalem Lebah di Banjar Batugaing Kelod.
Selain penyisiran darat, petugas bahkan sempat mengerahkan unit anjing pelacak guna mengendus jejak korban di sekitar lokasi terakhir yang terekam kamera pengawas.
Sayangnya, berbagai metode pencarian teknis tersebut tetap menemui jalan buntu dan belum memberikan titik terang bagi keluarga.
“Berbagai metode sudah dilakukan, termasuk menggunakan anjing pelacak, tetapi belum ada titik terang,” imbuhnya.
Sadra sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (31/5) siang setelah berpamitan ke keluarganya untuk mencari pakan ternak di belakang rumahnya dengan membawa sabit.
Meski sempat terekam CCTV berada di ladang milik warga lain, sosok korban sudah tidak ditemukan saat pihak keluarga menyisir lokasi tersebut pada hari yang sama.
Kini, tim gabungan memilih untuk menghentikan pergerakan di lapangan sembari menunggu adanya laporan atau informasi baru dari masyarakat.
Proses pencarian bisa saja dilakukan kembali jika sewaktu-waktu ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
“Jika ada perkembangan lebih lanjut, tim akan siaga,” pungkas Budiawan. (c/kb)

















