Sebagian Murid SDN 3 Sembung Gede Belajar Daring Usai Kelasnya Ambruk

TABANAN, Kilasbali.com – Sebagian murid SDN 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, terpaksa menjalani kegiatan belajar secara online atau daring (dalam jaringan) usai bangunan kelas mereka ambruk pada Kamis (30/4).
Pihak sekolah memutuskan hal tersebut agar proses belajar murid tetap berjalan meski ruang kelas mengalami kerusakan. Proses belajar secara daring itu diterapkan untuk murid kelas satu, dua, dan tiga.
Sementara, murid kelas empat, lima, dan enam tetap masuk sekolah dengan memanfaatkan ruang kelas murid kelas satu, dua, dan tiga yang kondisinya masih relatif baik.
Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait pada Sabtu (2/5).
Awalnya sempat muncul rencana untuk menggunakan wantilan atau balai banjar, namun rencana tersebut dibatalkan karena pertimbangan risiko.
“Sabtu kemarin (2/5) setelah kami rembug dengan orang tua siswa, pengurus komite sekolah dan juga Dinas Pendidikan Tabanan, untuk pembelajaran kelas satu, dua, dan tiga secara daring,” ujar Juni Arsana pada Senin (4/5).
Ia menjelaskan, lokasi wantilan banjar yang berada di pinggir jalur Denpasar-Gilimanuk dengan arus lalu lintas yang padat menjadi pertimbangannya.
Kondisi arus lalu lintas yang padat sangat berisiko bagi keselamatan murid dan ini akan menyulitkan pihak guru melakukan pengawasan antara murid di wantilan dan di sekolah.
“Itulah yang menjadi pertimbangan mendasar sehingga pembelajaran daring kami gelar bagi kelas rendah (satu, dua, dan tiga),” jelasnya.
Terkait durasi pembelajaran daring, pihak sekolah masih menunggu proses pembersihan material bangunan kelas empat, lima, dan enam serta ruang UKS yang ambruk.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, pembersihan material oleh BPBD Tabanan direncanakan akan dilakukan pada Rabu (6/5) mendatang.
Setelah proses pembersihan selesai, pihak sekolah akan kembali mengevaluasi kemungkinan untuk mengembalikan siswa kelas rendah belajar di sekolah.
Beberapa opsi ruang alternatif seperti ruang guru atau perpustakaan sedang dipertimbangkan untuk dipakai sebagai tempat belajar sementara.
“Kami lihat situasi dulu. Bisa saja nanti menggunakan ruangan guru atau perpustakaan. Tetapi kami rembug dulu dengan orang tua siswa dan komite sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, menegaskan bahwa status belajar daring di SDN 3 Sembung Gede hanya bersifat sementara.
Pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan penanganan agar gedung sekolah yang roboh tersebut segera mendapatkan perbaikan. (c/kb)

















