
TABANAN, Kilasbali.com – Pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar konsolidasi masif untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap sektor pangan dan sosial di daerah.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus jaring pengaman sosial bagi masyarakat dalam menghadapi potensi krisis dunia serta kemarau panjang.
Terlebih, pengurus partai di tingkat pusat atau DPP sudah menginstruksikan ke seluruh pengurus daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota, untuk merancang kesiapsiagaan.
Di Tabanan, kegiatan konsolidasi ini digelar pada Minggu (19/4) di Kecamatan Penebel dengan melibatkan pengurus DPC, PAC, kader legislatif.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dari seluruh kecamatan.
Anggota DPRD Bali dari PDIP, Ni Made Usmantari, menekankan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi warga.
Ia meminta seluruh struktur partai bergerak secara terpadu untuk memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Tabanan, I Made Dirga, mengulas soal dampak krisis global dan ancaman cuaca ekstrem harus dijawab dengan kerja kolektif elemen masyarakat.
Sehingga ia mengingatkan bahwa kemandirian pangan daerah tidak bisa dibangun secara instan, melainkan harus dimulai dari level terkecil.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari desa, dari keluarga, dan dari petani. Kita tidak boleh menunggu krisis datang baru bergerak,” ujar Dirga mewakili Ketua DPC PDIP Tabanan.
Sementara itu, kader yang juga mantan anggota DPR RI, Made Urip, turut hadir di forum itu sebagai narasumber.
Ia memaparkan empat pilar penguatan pangan yang juga mencakup perbaikan infrastruktur pertanian dan penyediaan pupuk.
Urip mendorong perlunya optimalisasi lahan tidur dan pekarangan rumah tangga sebagai sumber pangan alternatif untuk menjaga ketersediaan harian.
Rencananya, kegiatan yang fokus pada penguatan ketahanan pangan ini akan dilanjutkan di tingkat desa melalui koordinasi pengurus PAC.
Kegiatan itu sendiri kemudian ditutup dengan penanaman bibit singkong yang dilakukan secara simbolis. Singkong dipilih sebagai representasi sumber pangan yang tahan kemarau. (c/kb)

















