Produksi Hortikultura Tabanan Naik Signifikan Sepanjang 2025

TABANAN, Kilasbali.com – Produksi hortikultura di Kabupaten Tabanan menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang 2025.
Meroketnya angka produksi ini mencakup berbagai komoditas mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman biofarmaka yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun antar-daerah.
Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan, komoditas sayuran jenis petsai mencatatkan produksi tertinggi sebesar 5.799,45 kuintal, disusul timun 5.769,50 kuintal, dan buncis 3.530,70 kuintal.
Sementara pada kelompok buah-buahan, pisang mendominasi dengan capaian fantastis sebanyak 57.885,82 kuintal, diikuti durian 46.255,23 kuintal, dan jambu biji 12.789,76 kuintal.
Di antara sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan, Baturiti tetap menjadi wilayah andalan yang berkontribusi paling besar terhadap pasokan sayuran dan buah-buahan di Bali.
Selain tanaman pangan, sektor tanaman hias juga tumbuh positif dengan produksi pisang-pisangan mencapai 37.250 pohon.
Sementara tanaman serai memimpin pada sektor biofarmaka dengan produksi 219.300 kilogram.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, merespon positif data yang dirangkum BPS Tabanan itu.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras para petani dan penyuluh yang baginya berhasil menjaga ritme produktivitas daerah.
Menurutnya, data tahunan dari BPS itu merupakan gambaran bahwa diversifikasi komoditas di tingkat petani berjalan sukses dan mampu menopang ekonomi wilayah.
“Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Tabanan tetap tangguh dan produktif. Hortikultura kita semakin kuat, baik untuk komoditas sayuran, buah tahunan, tanaman hias, maupun biofarmaka,” ujar Sanjaya pada Kamis (26/3).
Sanjaya menegaskan, tren positif ini harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani di lapangan.
Ia meminta jajarannya untuk mulai berfokus pada hilirisasi produk agar hasil panen yang melimpah memiliki nilai tambah yang lebih tinggi saat masuk ke pasar.
“Kita harus memastikan produktivitas ini diiringi dengan peningkatan kualitas, nilai tambah, dan akses pasar. Hilirisasi produk pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Di saat yang sama, ia juga mengingatkan agar capaian yang terdata ini tidak membuat semua pihak cepat berpuas diri.
Baginya, sektor pertanian harus tetap menjadi identitas sekaligus kekuatan utama ekonomi Tabanan yang didukung oleh modernisasi teknologi dan regenerasi petani muda.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing, menjaga kualitas produksi, serta memperluas pasar,” pungkasnya. (c/kb)

















