Cegah Polemik Tapal Batas Berkembang, Polres Tabanan Pertemukan Tokoh Desa Buruan dan Sesandan

TABANAN, Kilasbali.com – Polres Tabanan melakukan langkah antisipatif untuk mencegah pecahnya konflik terkait polemik tapal batas antara Desa Buruan di Kecamatan Penebel dan Desa Sesandan di Kecamatan Tabanan.
Upaya mediasi yang berlangsung di Polres Tabanan pada Selasa (10/9) dan dihadiri oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Inisiatif pertemuan ini bermula saat pihak Desa Buruan berencana memasang “jegeg bagus” untuk kepentingan upacara Ngenteg Linggih di pagi hari.
Namun, lokasi pemasangan tersebut berada di titik tapal batas yang selama ini masih menjadi perdebatan dengan warga Desa Sesandan.
Untuk menghindari potensi gesekan akibat polemik itu, Polres Tabanan kemudian mempertemukan kedua tokoh dari dua desa beda kecamatan tersebut.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil segera setelah pihaknya mendapatkan informasi terkait rencana kegiatan di area sensitif tersebut.
“Karena kami mendapatkan informasi bahwa rencana pemasangan itu bersinggungan dengan persoalan tapal batas maka kami menginisiasi diadakannya pertemuan hari ini,” ujarnya.
Selain membahas teknis pemasangan sarana upacara, pertemuan tersebut juga bertujuan meluruskan komunikasi antar-kedua belah pihak agar masalah ini tidak terus berulang.
Bayu menegaskan bahwa persoalan batas wilayah secara administratif akan ditinjau kembali oleh pemerintah daerah atau pihak yang berwenang.
“Tadi kami sudah dengar dari bupati, terkait tapal batas ini akan ditinjau ulang, baik itu perbup terbaru yang sudah keluar akan dicek ulang dengan bekerja sama dengan beberapa pihak yang berkompeten dalam menentukan titik-titik batas wilayah,” imbuhnya.
Terkait aspek keamanan, kepolisian menekankan pentingnya menjaga kesepakatan bersama yang telah dituangkan melalui Majelis Desa Adat (MDA).
Kedua belah pihak diminta untuk mengedepankan rasa saling menghormati, terutama selama rangkaian hari raya Nyepi dan pelaksanaan Ngenteg Linggih.
Pihaknya memastikan akan menaruh personel memastikan dan menjaga keamanan di dua desa tersebut.
“Pasti. Ini untuk menjaga kesepakatan bersama yang sudah disepakati. Sedangkan urusan tapal batas akan dibahas lebih lanjut. Sekarang status quo jadi kedua belah pihak harus saling menghormati,” tegas Bayu.
Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengapresiasi kesigapan jajaran Polres Tabanan dalam memetakan potensi konflik di wilayahnya.
Ia menilai langkah kepolisian tersebut sangat penting untuk mencegah polemik tapal batas berkembang ke arah anarkis di tengah masyarakat.
“Syukur Polres Tabanan antisipatif melihat persoalan tapal batas ini agar polemiknya tidak melebar. Biar tidak terjadi hal-hal anarkis. Apalagi sekarang menjelang Nyepi,” sebutnya.
Sanjaya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Perbup Nomor 7 Tahun 2023 yang mengatur tapal batas tersebut dengan mempertimbangkan aspek historis dan sosiologis.
Namun, ia meminta masyarakat tetap fokus pada kelancaran prosesi keagamaan sementara proses administrasi ditinjau ulang.
“Yang penting sekarang jaga dulu rasa aman (warga). Yang penting sekarang urusan adat jalan dan urusan wilayah dinas akan kami evaluasi,” pungkasnya. (c/kb)

















