
TABANAN, Kilasbali.com – Kabar mengenai kekosongan obat yang terjadi di RSU Tabanan membuat Fraksi Gerindra DPRD Tabanan angkat bicara.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar mengenai kekosongan obat itu terungkap dari curhatan seorang perempuan yang mengaku sebagai dokter senior di RSU Tabanan.
Curhatan itu ia tumpahkan lewat voice note di grup internal manajemen RSU Tabanan yang bocor ke publik dan akhirnya viral menjadi pesan berantai di grup komunitas WhatsApp.
Menyikapi kondisi itu, Fraksi Gerindra menyayangkan sekaligus prihatin dengan kondisi tersebut.
Fraksi ini justru mempertanyakan manajemen rumah sakit pelat merah itu bila kabar yang tersampaikan melalui voice note tersebut benar adanya.
Ini seperti diungkapkan Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Tabanan, I Wayan Wiryadana, pada Selasa (10/3).
“Tentu kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kondisi ini. Kenapa dan ada apa sebenarnya (yang terjadi)? Ini yang perlu digarisbawahi,” kata Wiryadana.
Fraksi Gerindra menilai masalah ketiadaan obat seharusnya tidak terjadi pada rumah sakit dengan kualifikasi tipe B.
Sebab, RSU Tabanan memegang peran krusial sebagai pusat rujukan utama bagi seluruh rumah sakit tipe C yang ada di wilayah Tabanan dan sekitarnya.
Ia menganggap kondisi ini bertolak belakang dengan status rumah sakit yang seharusnya memiliki manajemen logistik medis yang lebih stabil.
Wiryadana pun mendesak agar pihak manajemen RSU Tabanan segera memberikan klarifikasi dan solusi konkret atas persoalan yang sudah beredar luas di tengah masyarakat.
“Ini tentu menjadi pertanyaan dan sangat disayangkan. Kami meminta pihak RSU Tabanan segera menyelesaikan permasalahan yang kini sudah sampai ke publik,” tegasnya.
Fraksinya juga meminta pihak rumah sakit tetap berkomitmen memberikan pelayanan medis yang optimal kepada seluruh lapisan masyarakat.
Penanganan cepat dinilai sangat penting agar masalah operasional internal tersebut tidak memicu keresahan yang berkelanjutan di tengah warga. (c/kb)

















