21 Ogoh-ogoh “Adu” Inovasi di Pekan Budaya Gianyar 2026

GIANYAR, Kilasbali.com – Dalam Pekan Budaya Gianyar 2026 serangkaian HUT Kota Gianyar pada Bulan April mendatang, puluhan ogoh-ogoh terbaik dipastikan kembali jadi magnet.
Tahun ini akan ditarik 21 ogoh-ogoh terbaik dalam ajang Wimbakara Ogoh-ogoh Caka 1948. Mengusung tema “Bhuana Purnaning Jiwa”, Hut Kota Gianyar 2026 menghadirkan semangat pelestarian tradisi sekaligus penguatan nilai filosofis budaya Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi dan kreativitas yowana (pemuda) dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Wimbakara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperdalam makna filosofi ogoh-ogoh. Tema ‘Bhuana Purnaning Jiwa’ mengandung pesan keseimbangan antara Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit, yakni harmonisasi antara alam semesta dan manusia,” kata I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, Senin (2/3).
Sekda menjelaskan, secara etimologi kata bhuana berasal dari bahasa Sanskerta bhuvana yang berarti dunia atau alam semesta. Dalam konteks tema tahun ini, “Bhuana Purnaning Jiwa” dimaknai sebagai upaya penyempurnaan jiwa manusia (Bhuana Alit) dalam rangka menjaga kesucian dan keseimbangan alam semesta (Bhuana Agung).
Ajang ini memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Untuk tingkat kecamatan, juara pertama akan memperoleh Rp 25 juta, juara kedua Rp 20 juta, dan juara ketiga Rp15 juta (dipotong pajak).
Sementara di tingkat kabupaten, juara pertama mendapatkan Rp 50 juta, juara kedua Rp 40 juta, juara ketiga Rp 30 juta, serta juara harapan dengan total hadiah mulai dari Rp10 juta hingga Rp 25 juta.
Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik dalam Pekan Budaya Gianyar 2026.
“Kami mengajak seluruh yowana se-Kabupaten Gianyar untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tampilkan karya terbaik yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga sarat makna,” tutupnya. (Ina/kb)

















