
TABANAN, Kilasbali.com – Sebuah rumah di Perumahan BCA Land, Banjar Bongan Puseh, Desa Bongan, ludes terbakar bersama empat unit sepeda motor pada Minggu (22/2) dini hari.
Dugaan kuat penyebab kebakaran itu adalah kelalaian dari penghuninya yang lupa mematikan kompor gas saat memasak gula.
Insiden tersebut bermula saat salah satu penghuni rumah tertidur karena mengantuk ketika sedang menunggu masakannya di dapur.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata, menjelaskan peristiwa ini menimpa rumah milik Pak Yeyen yang dikontrak oleh seorang pedagang bernama Suhailik.
Kejadian berawal saat karyawan pengontrak bernama Fuji Abduloh memasak gula untuk jualan es kelapa muda sekitar pukul 00.30 Wita.
Saat sedang memasak, Fuji meninggalkan dapur menuju ruang tamu untuk mengambil dan melihat ponsel hingga akhirnya terlelap.
Ia baru tersadar dua jam kemudian setelah merasakan perubahan suhu udara di dalam ruangan yang menjadi sangat panas akibat kobaran api yang mulai merembet.
“Sekira pukul 02.30 wita saksi Fuji Abduloh terbangun dikarenakan udara di rumah nya terasa panas dan saat terbangun ia mengecek ke dapur dan melihat kobaran api di dapur,” ujar Berata.
Melihat api sudah membesar, Fuji langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar dan tetangga di kompleks perumahan.
Meski warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, si jago merah justru semakin cepat melahap material bangunan lainnya.
Api baru dapat dijinakkan sekitar 45 menit kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.30 Wita.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), seluruh bagian bangunan rumah permanen tersebut dipastikan hangus terbakar bersama barang-barang elektronik.
“Serta empat unit motor terbakar,” imbuh Berata seraya menyebut barang lainnya yang terbakar dalam insiden itu seperti kulkas dan televisi.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 270 juta.
Pemilik rumah dilaporkan mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta, sementara pengontrak rumah mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta.
Mengenai pemicu utama kebakaran, pihak kepolisian menyimpulkan adanya unsur kelalaian dari penghuni rumah dalam penggunaan alat memasak di dapur.
“Kejadian tersebut diduga karena kelalaian penghuni rumah yang lupa mematikan kompor gas saat memasak” pungkas Berata. (c/kb)

















