Sambungan Jembatan Penyalin Rusak, Rawan Picu Kecelakaan

TABANAN, Kilasbali.com – Sejumlah titik di Jembatan Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, mengalami kerusakan.
Kerusakan ini ditandai dengan adanya beberapa lubang pada bagian sambungan di jembatan yang masuk dalam ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tersebut.
Kemunculan lubang itu membuat permukaan jalan di sekelilingnya menjadi cekung dan aspal pada sambungan jembatan terus terkikis meski sempat diperbaiki berulang kali.
Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya terjadi pada badan jalan, tetapi juga merembet ke area trotoar di sekitar jembatan yang kini berlubang besar dan mengganggu pejalan kaki.
Masalah ini telah terjadi sejak lama karena material penutup sambungan jembatan yang tidak mampu bertahan lama menahan beban kendaraan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Tabanan, I Gede Partana, menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan jalur nasional itu ada di bawah Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN).
Meski demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif agar kerusakan infrastruktur tersebut segera ditangani demi keselamatan publik.
“Kami juga koordinasikan pembenahan ruas jalan yang di Banjar Lumajang Desa Samsam, Kerambitan. Semoga segera bisa diatasi,” ujar Partana pada Jumat (20/2).
Selain sambungan jembatan, masalah drainase yang tersumbat sampah di jalur utama juga telah dikoordinasikan untuk segera dibenahi.
Di sisi lain, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) I.2 Bali, I Made Mardita, menyatakan bahwa perbaikan di jalur Denpasar-Gilimanuk sejatinya sedang dikebut jelang mudik Lebaran 2026.
Meskipun Jembatan Penyalin berada di bawah unit tugas yang berbeda, ia berkomitmen untuk segera mengoordinasikan temuan lubang tersebut.
“Nah untuk di ruas jalan Penyalin Samsam beda tugas, tapi kami segera koordinasikan hal itu,” jelas Mardita.
Ia menambahkan bahwa pada perbaikan jembatan secara umum, fokus utama adalah membenahi bagian sambungan agar tidak terus-menerus memicu lubang baru.
“Yang jembatan kita memperbaiki bagian joint agar tidak menimbulkan lubang,” terangnya mengenai teknis pengerjaan di titik-titik rawan.
Saat ini, perbaikan serupa telah berjalan di wilayah Selemadeg Barat hingga memasuki daerah Jembrana guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Pemerintah menargetkan seluruh lubang jalan di jalur utama ini sudah tertutup dan aman dilalui oleh pengguna jalan pada H-7 Lebaran.
“Target tuntas, rencana kami awal September 2026 secara keseluruhan. Namun, lubang-lubang dan antisipasi (untuk) jalur Lebaran kami targetkan H-7 sudah aman dilalui pengguna jalan,” pungkas Mardita. (c/kb)

















