BPBD Tabanan Usulkan Tambah Lima Alat Deteksi Tsunami

TABANAN, Kilasbali.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mengusulkan penambahan lima unit alat pendeteksi Tsunami kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Usulan itu diajukan untuk memperkuat sistem peringatan dini di sepanjang pesisir selatan. Apalagi Tabanan memiliki garis pantai yang panjang relatif panjang.
Garis pantai itu diperkirakan mencapai 35 kilometer yang membentang dari ujung timur Pantai Nyanyi di Kecamatan Kediri dan di ujung barat Pantai Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat.
Sejauh ini, baru ada satu unit alat deteksi yang akan mengeluarkan sirine peringatan terpasang di Tabanan. Lokasinya ada di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri.
“Saat ini baru satu alat yang terpasang. Itu pun bantuan dari Provinsi Bali dan sudah cukup lama diberikan,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinada Giri pada Rabu (11/2).
Menurutnya, keberadaan alat deteksi Tsunami itu Belalang itu mempertimbangkan lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman dan tempat wisata yakni Tanah Lot. Keberadaan alat deteksi itu juga sudah rutin mendapatkan pemeriksaan dan berfungsi dengan baik.
Namun, sirine peringatan dari satu unit alat itu akan terjangkau untuk pantai di wilayah barat seperti di Kecamatan Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selamadeg Barat. “(Karena) jaraknya terlalu jauh, otomatis tidak kedengaran,” jelasnya.
BPBD Tabanan berharap usulan bantuan lima unit alat tambahan tersebut dapat segera direalisasikan agar bisa dipasang di titik-titik strategis.
“Kalau bisa kami dibantu tambahan sekitar lima alat agar bisa dipasang di wilayah barat dan tengah kawasan pantai,” harapnya.
Menurutnya, memang tidak mudah untuk menyampaikan usulan itu karena biaya satu unit alatnya bisa mencapai Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.
Tidak hanya itu, alatnya pun harus didatangkan dari luar negeri. “Karena diproduksi di Jepang,” jelasnya.
Sementara, bila mengusulkan lewat APBD kabupaten akan sangat sulit karena harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Sehingga, usulan itu disampaikan ke Pemprov Bali melalui BPBD.
Ia mengakui, sejauh ini belum tercatat adanya bencana yang mengarah pada Tsunami. Namun, potensi itu selalu ada mengingat wilayah Tabanan bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Karena itu, sosialisasi kewaspadaan terhadap potensi Tsunami di wilayah yang berada di kawasan pesisir selatan Tabanan terus dilaksanakan. Dan, ia juga berharap, usulan yang disampaikan pihaknya itu bisa diakomodasi Pemprov Bali. (c/kb)

















