PAMTS Gianyar Layani 61.576 SR

GIANYAR, Kilasbali.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Gianyar gelar Media Briefing Tahun 2026, Selasa, (5/1).
Kegiatan ini menjadi forum pemaparan evaluasi kinerja tahun berjalan serta arah kebijakan dan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Dirut PAMTS Gianyar, I Wayan Suastika didampingi Dirum, Ni Ketut Dewi Mahitri dan Dewan Pengawas, I Wayan Karya menyampaikan bahwa hingga tahun 2025 perusahaan telah melayani sebanyak 61.576 sambungan rumah (SR).
Rata-rata konsumsi pelanggan tercatat sebesar 213 meter kubik per sambungan rumah, mencerminkan kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Gianyar.
“Dari sisi pengelolaan pelayanan, komposisi kinerja PAMTS didominasi oleh aspek teknis sebesar 52,19 persen, yang mencakup pengelolaan produksi dan distribusi air, jaringan perpipaan, serta pemeliharaan infrastruktur,” ungkapnya.
Sementara itu, aspek administrasi tercatat sebesar 49,24 persen, meliputi pengelolaan pelanggan, keuangan, serta tata kelola perusahaan.
Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, PAMTS menunjukkan tren kinerja yang positif.
Jumlah pelanggan mengalami peningkatan secara stabil dari tahun ke tahun, sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
“Pada tahun 2024, pendapatan PAMTS dilaporkan telah mencapai lebih dari Rp93 miliar. Selain itu, perusahaan juga mencatat penurunan tingkat Air Tak Berekening (ATR), yang menunjukkan perbaikan efisiensi distribusi air dan pengendalian kebocoran jaringan,” paparnya.
Memasuki tahun 2026, PAMTS menetapkan empat fokus utama program kerja sebagai arah strategis peningkatan pelayanan.
Fokus pertama adalah keandalan distribusi, yang akan diwujudkan melalui optimalisasi jaringan agar aliran air kepada pelanggan menjadi lebih stabil dan merata.
Fokus kedua yakni pengamanan sumber air baku, sebagai langkah menjaga keberlanjutan pasokan dan kualitas air bersih di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air.
Fokus ketiga adalah perbaikan infrastruktur, khususnya melalui peremajaan pipa dan instalasi secara bertahap, mengingat masih adanya jaringan perpipaan lama yang berpotensi menimbulkan gangguan pelayanan.
Sementara fokus keempat diarahkan pada penguatan layanan pelanggan, dengan meningkatkan kecepatan respons terhadap pengaduan serta mengembangkan layanan berbasis digital guna memudahkan akses informasi dan pelayanan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan pelayanan, PAMTS juga mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi geografis Kabupaten Gianyar yang bervariasi, ditambah dengan curah hujan tinggi, berpotensi memicu bencana alam yang berdampak pada jaringan distribusi air.
Selain itu, proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR kerap memengaruhi jaringan perpipaan eksisting.
Gangguan produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat faktor teknis dan kelistrikan, serta keberadaan pipa lama yang memerlukan peremajaan, juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan pelayanan, PAMTS telah menyiapkan sejumlah upaya, di antaranya pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki, rekayasa dan penggiliran distribusi air, serta koordinasi intensif dengan pihak terkait.
Di sisi komunikasi publik, perusahaan juga berkomitmen menyampaikan informasi gangguan pelayanan secara terbuka dan cepat melalui media sosial serta aparatur desa, agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.
Melalui Media Briefing Tahun 2026 ini, PAMTS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, memperkuat transparansi informasi publik, serta menjaga keandalan sistem distribusi air demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Gianyar secara berkelanjutan. (Ina/kb)

















