Imbas Polemik Tata Ruang, Kunjungan Wisata di Jatiluwih Anjlok

TABANAN, Kilasbali.com – Polemik pelanggaran tata ruang mulai menimbulkan dampak terhadap minat wisata ke Jatiluwih yang berada di Kecamatan Penebel.
Pasalnya, selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), jumlah kunjungan ke objek wisata yang mengandalkan pemandangan sawah terasiring itu anjlok hingga 80 persen.
Apalagi, polemik yang berlanjut dengan pemasangan seng oleh para petani dan pelaku usaha akomodasi wisata yang bangunannya dianggap melanggar hingga disegel terjadi di awal Desember 2025.
Tak ayal, polemik itu membuat wisatawan asing enggan melakukan kunjungan. Bahkan, beberapa wisatawan Eropa, seperti Prancis yang selama ini jadi andalan, memutuskan untuk melakukan pembatalan kunjungan.
“Turun 80 persen. Paling tajam di Desember 2025 kemarin,” ungkap Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Purna, pada Jumat (2/1).
Menurutnya, keberadaan pagar seng di sekitar objek wisata membuat turis asing salah paham dan mengira ada demonstrasi besar-besaran.
Berdasarkan data manajemen, total kunjungan wisatawan ke Jatiluwih sepanjang 2025 tercatat sebanyak 388.872 orang.
Jumlah ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan total kunjungan sepanjang 2024 yang mencapai 421.927 orang.
Penurunan paling tajam terjadi pada Desember 2025. Di bulan itu, kunjungan hanya mencapai 17.682 orang. Sementara, pada Desember 2024 kunjungan masih berada di angka 18.838 orang.
Pihak manajemen berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan tidak membiarkan kisruh di wilayah Jatiluwih berlarut-larut karena akan merusak citra pariwisata dan berimbas pada ekonomi lokal.
“Pemasangan seng ini kan tidak (dilakukan) semua petani. Itu oknum. Jangan sampai didiamkan kayak gini. Harus segera diselesaikan supaya tidak berimbas kepada kunjungan,” ungkap Purna.
Di sisi lain, tren berbeda justru terlihat pada segmen wisatawan domestik yang kunjungannya terpantau masih landai dan aman.
Berbeda dengan turis asing yang khawatir, beberapa wisatawan domestik justru tetap datang ke Jatiluwih karena penasaran dengan situasi pemasangan seng yang viral di media sosial. (c/kb)

















