Kunjungan Wisdom ke Tanah Lot Mengalami Penurunan di 2025

TABANAN, Kilasbali.com – Kunjungan wisatawan domestik atau wisdom ke objek wisata Tanah Lot mengalami penurunan yang cukup mencolok sepanjang tahun 2025.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengungkapkan bahwa merosotnya kunjungan dari dalam negeri paling mencolok dibandingkan kategori wisatawan lainnya.
Menurutnya, setidaknya ada tiga faktor yang memicu tren negatif ini. Mulai dari masalah kemacetan di akses utama menuju Tanah Lot seperti di kawasan Canggu.
“Pertama, terkait kemacetan. Artinya akses lalu lintas utama menuju Tanah Lot tidak lancar,” kata Toni di sela Open House Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Selasa (30/12).
Selain itu, sambungnya, isu lingkungan seperti banjir dan tumpukan sampah di area wisata turut memengaruhi.
Terakhir, faktor kondisi ekonomi juga membuat wisatawan dalam negeri menahan diri untuk berwisata di akhir tahun.
“Perubahan cuaca ekstrem belakangan ini juga mungkin ikut memberikan pengaruh terhadap menurunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik,” sebutnya.
Sepanjang 2025, rombongan wisatawan domestik terbanyak yang berkunjung ke Tanah Lot berasal dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Jogjakarta, dan Jawa Barat.
“Karena Jawa Timur itu wilayah industri. Kami pernah tanya ke beberapa agen, mereka mengantar buruh dari pabrik ini atau pabrik itu. Mereka main (berwisata) ke Tanah Lot,” jelasnya.
Melihat kondisi yang menurutnya hampir terjadi secara merata di seluruh objek wisata di Bali, pihaknya berharap kondisi ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Sharing-lah. Apa keluhannya? Bagaimana mengatasinya?” tukasnya.
Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan asing justru bertahan meski saat ini sedang low season atau musim sepi. Beberapa bulan terakhir, wisatawan dari India paling ramai.
“Kemudian Tiongkok sudah mulai (meningkat) sesuai data di manajemen kami. Tiongkok menempati kedua,” sebutnya.
Bila mengacu pada data Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, total kunjungan wisatawan pada 2024 lalu mencapai 1,7 juta orang lebih dengan rata-rata bulanan sebesar 149 ribuan orang.
Namun, data selama 2025 sampai dengan 29 Desember 2025 menunjukkan penurunan total kunjungan menjadi 1,4 juta orang lebih dengan rata-rata bulanan yang merosot sekitar 117 ribuan orang.
Khusus pada segmen wisatawan domestik dewasa yang menjadi fokus utama, terjadi penyusutan dari sekitar 779 ribu orang pada 2024 menjadi sekitar 711 ribu orang orang pada tahun 2025. (c/kb)

















