TPA Mandung Mulai Terapkan Controlled Landfill, Ke Depannya Hanya Terima Sampah Residu

TABANAN, Kilasbali.com – Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, secara bertahap mulai beralih menerapkan metode controlled landfill dari open dumping.
Untuk diketahui, controlled landfill merupakan sistem pengelolaan sampah dengan cara diratakan, dipadatkan, dan ditutup dengan lapisan tanah secara berkala.
Sebelumnya, TPA Mandung menerapkan metode open dumping. Dengan metode ini, sampah yang masuk ke TPA dibuang di tempat terbuka tanpa ada perlakuan khusus.
Karena itu, dalam beberapa waktu terakhir ini, tumpukan sampah yang ada di TPA Mandung terus diurug dengan tanah.
“Kami sedang melakukan proses transisi dari open dumping ke control landfill secara bertahap. Di TPA sudah dilakukan pengurugan tanah,” jelas Kepala DLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Selasa (2/12).
Selain peralihan metode pemrosesan sampah di TPA Mandung, pihaknya juga sedang berupaya mengoptimalkan gerakan memilah sampah dari sumber. Sebab, ia mengeklaim, beberapa wilayah di Tabanan sudah ada yang membuang residu ke TPA Mandung.
“Kami tidak pasang target tahun segini (TPA Mandung) harus begini. Kami coba optimalkan sampah itu sudah terkelola dan terpilah dari sumbernya,” tegas Ekayana.
Menurutnya, proses pemilahan sampah dari sumber sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah di Tabanan.
“Kalau di sumbernya sudah bergerak (melakukan pemilahan) otomatis yang ke TPA akan berkurang secara bertahap,” sebutnya.
Tahap terakhir yang hendak dilakukan pihaknya di TPA Mandung adalah pengelolaan sampah residu.
Ini akan berjalan bila proses penataan TPA Mandung dan penerapan controlled landfill sudah berjalan seratus persen.
“Kami sudah meratakan sampah (di atas TPA Mandung). Kami buatkan zona-zona. Ada empat zona yakni organik, anorganik, dan residu,” bebernya.
Hanya saja, penataan zona-zona tersebut terkendala musim hujan yang terjadi saat ini. Bila TPA Mandung sedang diguyur hujan, kendaraan pengangkut sampah kerap selip dan kesulitan bermanuver.
Kondisi ini membuat pihaknya mesti menganulir proses penataan dan rencana pembagian zona-zona tersebut untuk memudahkan kendaraan pengangkut sampah bermanuver.
“Cuma karena sekarang ini lagi musim hujan, truk-truk banyak yang selip. Ini juga yang membuat pelayanan terhambat. Waktu naik selip. Di atas, mau manuver selip,” ungkapnya.
Karena itu, untuk sementara waktu, pihaknya memberikan kebijakan bagi truk-truk pengangkut sampah melakukan pembuangan pada zona yang semestinya sedang dalam penataan.
“Ini kebijakan sementara sambil musim hujan selesai. Di sisi lain, dengan adanya hujan, risiko kebakaran di TPA Mandung lebih terkendali. Apinya cepat padam,” pungkasnya.
Ia menyebutkan, dari pembagian zona yang disebutkannya, ada satu zona yang hendak dikhususkan bagi sampah plastik. Hanya saja, ia mengeklaim jumlah sampah plastik di TPA Mandung sudah berkurang.
“Karena ada pemulung dari luar yang ambil. Ke depannya, untuk residu sesegera mungkin kami akan terapkan,” pungkasnya. (c/kb)

















