Tabanan Alami Deflasi 0,99 Secara Year to Date di November 2025

TABANAN, Kilasbali.com – Kabupaten Tabanan mengalami penurunan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan di suatu wilayah (deflasi) secara year to date atau sejak awal tahun hingga November 2025.
Kondisi ini terungkap dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tabanan dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat pada Selasa (11/11).
“Masih di bawah target. Malah rendah atau deflasi,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, I Nyoman Hari Sujana.
Ia juga menyebutkan, dalam rapat itu BPS Tabanan berharap ada peningkatan ke posisi yang relatif aman yakni di kisaran 1,5 persen.
“Harapannya 1,5 persen karena kondisi harganya (barang dan jasa secara umum) cenderung deflasi. Ini terlihat dari angka Year to Date di posisi 0,99 persen,” jelasnya.
Komoditas terbesar yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi secara year to date adalah ragam daging. “Terutama daging babi. Kemudian ayam dan sapi,” imbuh Hari Sujana.
“Dengan kondisi seperti ini, artinya kita masih punya bekal untuk mencapai 1,5 persen (posisi inflasi yang aman),” ujarnya.
Terlebih, sambungnya, keperluan sarana upacara menjelang hari suci Galungan akan mengalami peningkatan.
“Ini akan menyumbang (kontribusi) positif bila ingin mengejar 1,5 persen. Kalau terjadi lonjakan harga di November dan Desember, dari sisi statistik, itu mengindikasikan pertumbuhan yang baik,” imbuhnya.
Dengan gambaran seperti itu, pengendalian inflasi menjelang Galungan dan Kuningan tidak melalui strategi operasi pasar.
Kendati demikian, bila di akhir November 2025 mendatang inflasi sudah menyentuh posisi 1,5 persen, pihaknya akan meninjau ulang kebijakan pengendalian.
Ini karena pada Desember 2025 akan berlangsung juga Natal dan momen tahun baru yang biasanya disertai dengan peningkatan kebutuhan pokok.
“Artinya, kami di TPID mesti tetap memantau fluktuasi (pasang surut) harga,” pungkas Hari Sujana. (c/kb)

















