Sidak Pembangunan Infrastruktur, Bupati Gianyar ‘Warning’ Rekanan

GIANYAR, Kilasbali.com – Menjadi rekanan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam pembangunan infrastruktur, kini sulit untuk “curi-curi”. Terlebih Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang kerap turun sewaktu-waktu sangat detail untuk mengawal kesesuaian proyek. Hal ini terlihat saat Bupati melakukan pemeriksaan dengan bermotor, Sabtu (25/10).
Dalam pengawasan langsung ini, bupati bermotor dengan diikuti Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, Sekretaris Daerah I Gusti Bagus Adi Widya Utama, serta Kepala Dinas PUPR I Dewa Gede Putra Hartawan beserta jajaran.
Rombongan meninjau beberapa titik proyek, mulai dari Banjar Mas Desa Bedulu, Jembatan Pesakalan Desa Pejeng Kangin, Banjar Melayang, Laplapan Ubud, hingga Banjar Petulu Gunung Desa Petulu Ubud.
Perjalanan pun menyedot waktu cukup banyak, karena Bupati Mahayastra tidak hanya sekedar lewat. Melihat pembangunan yang dinilai janggal ataupun berpotensi cepat rusak, langsung minta penjelasan kepada pihak rekanan.
Menariknya penjelasan rekanan yang cenderung klasik langsung dipatahkan dan diminta dibongkar dan bangunan ulang. “Senderan jalan masih ada yang gunakan pondasi batu, sudah saya ingatkan dna harus diganti,” tegasnya.
Memang, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai rencana, memiliki kualitas yang baik, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Sehingga beberapa kendala di lapangan yang ditemukan, langsung dievaluasi l kepada pelaksana proyek agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target.
Ia menekankan pentingnya penggunaan material sesuai standar serta ketahanan jalan terhadap kendaraan berat. “Kita ingin hasil perbaikan jalan ini benar-benar berkualitas dan tahan lama,” tegas Bupati Mahayastra.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya penerapan sistem opname proyek yang terukur dan transparan. Sistem ini, katanya, merupakan proses pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan konstruksi untuk memastikan kesesuaian dengan rencana fisik, keuangan, serta spesifikasi kontrak. “Opname ini penting untuk menjaga kualitas pekerjaan, mengendalikan biaya, dan memastikan pembayaran kepada kontraktor dilakukan secara akurat dan adil,” jelasnya.
Selain aspek teknis, Bupati Mahayastra juga menyoroti permasalahan tata ruang, terutama keberadaan bangunan di atas saluran air (got) yang kerap menghambat aliran dan menyebabkan genangan air saat hujan.“Bangunan di atas saluran air mohon maaf akan kami tertibkan. Kami harap masyarakat ikut mendukung agar program perbaikan ini berjalan baik dan lingkungan tetap tertata,” ujarnya.
Peninjauan lapangan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengedepankan transparansi, kualitas, dan ketertiban dalam pembangunan infrastruktur. Melalui pengawasan langsung, diharapkan proyek perbaikan jalan di wilayah Gianyar dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas masyarakat serta peningkatan ekonomi daerah. (ina/kb)

















