Dengan Gebyar Sambungan Murah, Perumda TAB Ikut Tekan Penggunaan ABT

TABANAN, Kilasbali.com – Perusahaan Umum Daerah Tirta Amertha Buana baru saja selesai menggelar program Gebyar Sambungan Murah.
Selain untuk memperluas pemasaran, gebyar ini juga bertujuan menekan penggunaan air bawah tanah atau ABT.
Terlebih dari sisi aturan, penggunaan ABT kini diatur dengan ketat di sejumlah daerah. Ini ditandai dengan adanya berbagai peraturan daerah atau perda yang mengatur perizinannya.
Munculnya peraturan yang membatasi penggunaan ABT ini juga bukan tanpa sebab. Lantaran penggunaan ABT dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan beberapa risiko.
Mulai dari risiko kesehatan dengan potensi kontaminasi bakteri dan virus dan keracunan logam berat.
Belum lagi risiko yang berakibat terhadap kondisi geografis seperti penurunan permukaan tanah. Ini bisa berpotensi menimbulkan lahan pemukiman amblas.
Tidak hanya itu, potensi lainnya adalah persoalan sosial yang secara spesifik tertuju pada konflik perebutan air.
Risiko inilah yang kemudian membuat Perumda TAB dalam beberapa tahun terakhir menggelar Gebyar Sambungan Murah, selain untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.
Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengeklaim antusiasme masyarakat untuk ikut menjadi pelanggan air bersih lewat Gebyar Sambungan Murah cukup tinggi di tahun ini.
“Jumlah sambungan baru bertambah. Saat program Gebyar Sambungan Murah dilaksanakan, ada tambahan sebanyak 1.927 pelanggan,” sebut Untung, Kamis (16/10).
Ia menjelaskan, saat ini program tersebut sudah resmi dihentikan. Dengan demikian, layanan untuk sambungan baru akan kembali seperti biasanya.
“Kami masih tetap membuka dan menerima pendaftara untuk calon pelanggan demi memperluas pelayanan agar seluruh Masyarakat,” imbuhnya. (c/kb)

















