Dua Murid SRMP 17 Tabanan Mundur Gegara Kangen Orang Tua

TABANAN, Kilasbali.com – Dua murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan mundur sejak September 2025 lalu.
Ini terungkap saat Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke SRMP 17 Tabanan yang berada di Sentra Mahatmiya Bali pada Sabtu (5/10).
Dua murid yang mundur tersebut berasal dari Kabupaten Tabanan. Tepatnya dari Kecamatan Selemadeg dan Pupuan.
“Alasannya manusiawi. Mereka tidak bisa jauh dari orang tuanya,” ungkap Kepala SRMP 17 Tabanan, I Putu Jayanegara.
Ia menjelaskan, dua anak yang mundur tersebut sering bersedih di malam hari. “(Kalau) siangnya mereka belajar dan bermain dengan teman-temannya,” imbuhnya.
Dengan mundurnya dua anak tersebut, praktis jumlah murid yang ada di SRMP 17 Tabanan masih tersisa 73 orang dari semula 75 orang.
Saat ini, pihaknya berupaya melakukan pendekatan psikologi untuk mengantisipasi hal serupa terulang lagi.
Upaya itu dilakukan dengan menggandeng psikolog agar bisa memberikan pendampingan selama murid beradaptasi dengan lingkungan asrama.
Di samping itu, pihaknya juga memperbanyak kegiatan untuk melatih bakat dan minat bagi murid-murid yang masih ada.
Bahkan, di malam hari, pihak asrama biasanya membuat kegiatan renungan bersama agar anak-anak merasa nyaman meski tidak serumah dengan orang tuanya.
“Kerja sama dengan psikolog kami perkuat. Kami juga perbanyak aktivitas positif di malam hari agar anak-anak tidak merasa kesepian dan betah dengan lingkungan asrama,” katanya.
Terhadap dua anak yang mundur dari SRMP 17 Tabanan, pihaknya juga tidak lepas tangan begitu saja.
Pihaknya sudah memfasilitasi kedua anak tersebut agar bisa melanjutkan pendidikan di sekolah reguler.
“Kami pastikan mereka tetap sekolah. Ada sekolah reguler yang siap menerima mereka dengan surat kesediaan resmi. Jadi tidak ada anak yang putus sekolah,” imbuh Jayanegara. (c/kb)

















