Update Titik Bencana di Tabanan Jadi 66 Titik, Perkiraan Kerugian Mencapai Rp 3 Miliaran

TABANAN, Kilasbali.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tabanan memperbarui atau membuat update jumlah kerusakan akibat bencana pada Rabu (10/9).
Dari catatan tersebut, jumlah total titik kerusakan di Tabanan akibat banjir atau longsor saat itu mencapai 66 titik.
Sedangkan, jumlah kerugian yang ditimbulkan di seluruh titik tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 miliar rupiah.
Sekretaris Daerah atau Sekda Tabanan, I Gede Susila, menyebutkan dengan data itu, Pemkab Tabanan akan mengupayakan bantuan yang timbul akibat bencana tersebut.
“Baik melalui dana BTT (belanja tidak terduga) di tingkat kabupaten, provinsi, atau pusat. Data ini juga sudah disampaikan ke (BPBD) Provinsi Bali,” kata Susila pada Minggu (14/9).
Secara terpisah, Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, sejauh ini sudah ada 66 titik kerusakan akibat bencana pada pertengahan pekan lalu.
Nilai kerugian secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. “Dan, data ini masih dinamis sifatnya karena kemungkinan masih bisa bertambah lagi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bantuan untuk kerugian yang disebabkan kerusakan oleh bencana itu akan diupayakan melalui BTT yang bersifat stimulan.
“Bantuannya bersifat stimulan. Misalnya, nilai kerugiannya Rp 100 juta, bantuan yang diberikan nanti sekitar empat puluh persennya sesuai peraturan bupati,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melakukan penanggulangan pascabencana, termasuk dalam urusan bantuan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah atau Bakeuda terkait BTT.
Sejauh ini, bantuan yang diarahkan untuk bencana pada Rabu (10/9) diupayakan agar bisa ditutupi melalui BTT di tingkat kabupaten.
Hal ini juga yang diterapkan untuk bantuan bencana yang sempat terjadi pada Juli dan Agustus 2025 lalu yang nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.
Saat ini, sambungnya, bantuan untuk bencana pada Juli dan Agustus 2025 itu sudah diajukan ke bupati untuk mendapatkan persetujuan usai melalui tahap verifikasi.
“Kalau Rp 1,2 miliar ini disetujui, otomatis sisa BTT yang ada sekitar Rp 3 miliar akan berkurang lagi menjadi Rp 1,8 miliar,” jelasnya. (c/kb)

















