Wabup Dirga Ingin Festival Tanah Lot Jadi Mesin Pemerataan Pariwisata di Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, berharap pelaksanaan Festival Tanah Lot tiap tahunnya bisa menjadi mesin pemerataan pariwisata. Khususnya lagi, untuk pengembangan pariwisata di wilayah Tabanan Barat.
Harapan itu ia sampaikan saat membuka Festival Tanah Lot 2025 pada Jumat (22/8) sore. Ia mengibaratkan, Tanah Lot sebagai objek wisata yang sudah tersohor ke mancanegara layaknya ibu bagi objek-objek wisata lainnya di Tabanan.
“Karena ini event promosi pariwisata, kami berharap Tanah Lot bisa membantu objek wisata lainnya untuk melaksanakan kegiatan yang sama,” kata Dirga.
Dengan demikian, sambung Dirga, wilayah lainnya di Tabanan bisa memberikan sisi lain lingkungan mereka sebagai alternatif tempat wisata baru. “Sehingga pemerataan wisata di Tabanan Barat bisa ditumbuhkan,” tukasnya.
Festival Tanah Lot atau Tanah Lot Art and Food Festival kali ini mengangkat tema Prayajana Samudrasya Adiswara yang bermakna Persembahan dan Pengorbanan Terhadap Kekuatan Samudra Menuju Keharmonisan, Keagungan, dan Kemuliaan Tanah Lot.
Festifal ini akan terbagi dalam dua segmen sehari selama pelaksanaannya dari Jumat (22/8) sampai Senin (25/8). Segmen pertama di pagi hari dari pukul 10.00 Wita – 18.30 Wita. Berikutnya, segmen kedua di sore hari dari pukul 18.30 Wita – 23.00 Wita.
Sebagai event yang konsep utamanya kuliner, Festival Tanah Lot akan mengangkat beberapa kegiatan yang berkaitan dengan masakan dan jajanan khas Tabanan. Ada yang dikemas dalam kegiatan Klinik Kuliner serta Legenda Kuliner.
Baik Klinik Kuliner dan Legenda Kuliner akan mengangkat beberapa menu masakan atau jajanan tempo dulu yang di masa lalu sempat digemari, namun belakangan mulai jarang dijumpai.
Adapun menu yang diangkat dalam Festival Tanah Lot 2025 adalah Serapah atau lauk dari daging yang direbus dan dibalur base genep (bumbu rempah) dicampur santan dan tepung beras.
Berikutnya, Penyon atau Gecok. Ini merupakan lawar basah yang berbahan daging ditambah beberapa jenis sayuran seperti kacang panjang, nangka muda, atau daun belimbing. Bumbu yang digunakan hampir sama dengan Serapah.
Dalam pembukaan sore ini, Festival Tanah Lot 2025 diawali dengan Parade Gebogan yang dikemas dalam agenda tetap tiap hari selama pelaksanaan yakni Sunset in Paradise. Parade ini melibatkan para ibu-ibu dari seluruh desa adat di Kecamatan Kediri. (c/kb)

















